Zona Euro Perkenalkan Mekanisme untuk Mengantisipasi Bank Gagal

European-Central-Bank (ECB), Frankfurt

Brussels (eurozone) memperkenalkan mekanisme terpadu untuk menutup bank-bank bermasalah pada Jumat (01/01) kemarin. Mekanisme itu dicadangkan dengan dana € 55 milyar untuk membayar biaya-biaya yang terkait.

Penciptaan skema tunggal untuk mengidentifikasi dan pengakhiran bertahap bagi bank gagal adalah jawaban 19 blok untuk krisis perbankan masa lalu. Komisi Eropa akan memutuskan menyelesaikan lembaga gagal, berdasarkan rekomendasi dari Single Resolution Board, terdiri dari wakil-wakil dari komisi, , dan otoritas keuangan nasional.

Untuk menghindari tersedotnya dana masyarakat ke dalam likuidasi Bank, bank zona euro akan menyumbang 55 miliar euro untuk Single Resolution Fund selama delapan tahun ke depan. Adapun resolusi untuk kejadian di masa itu sementara akan didukung melalui pembiayaan stop-gap dari negara-negara anggota.

Eropa telah mengalami beberapa krisis utang sejak tahun 2010, terutama di negara-negara selatan. Perbedaan peraturan keuangan lintas batas kemungkinan menambah kekhawatiran hal kredit, karena cenderung menunda penutupan bank-bank bermasalah karena beban fiskal dan potensi efek .

Zona euro saat ini berusaha untuk membuat sebuah serikat perbankan tunggal untuk menghindari crash di masa depan. Ini mewujudkan hal pertama dari tiga pilar reformasi di November 2014 ketika ECB membentuk otoritas pengawas sentral zona euro.

Tujuan ketiga adalah untuk membuat skema asuransi Eropa (semacam di Indonesia), yang terbukti menjadi tantangan tersendiri. Komisi Eropa mempresentasikan rencana itu pada bulan November untuk melindungi deposito hingga € 100.000 di seluruh Eropa pada tahun 2024.

Banyak negara-negara anggota mendukung skema itu, tapi Kanselir Angela Merkel dikabarkan menentangnya. Publik menjadi waspada karena harus menyelamatkan anggota zona euro yang kekurangan dana yang diperlukan untuk rencana tersebut. [yap/nikkei]

Loading...