Yusuf Mansur Populerkan Bisnis Digital Paytren untuk Warga Jakarta

Jakarta – Yusuf Mansur terkenal sebagai salah seorang ustaz yang juga menggeluti bisnis. Sayangnya sebelumnya pendakwah satu ini sempat ditegur oleh Otoritas () karena menawarkan di bidang perhotelan pada .

Tak lelah berbisnis, tahun 2013 lalu Ustaz Yusuf Mansur pun memperkenalkan bisnis di bawah naungan PT Veritra Sentosa (VSI). Tentu saja, berkat popularitasnya bisnis VSI pun dengan cepat dikenal oleh masyarakat. Namun masih belum setahun, bisnis VSI Yusuf Mansur juga kembali terkena masalah.

Banyak mitra VSI yang tidak dapat melakukan dengan Vpay yang merupakan pembayaran berbagai jasa di VSI. Namun Yusuf Mansur mengakui kesalahannya dan memastikan bahwa deposit VSI tidak mungkin hilang.

VSI sendiri merupakan penyedia jasa transaksi untuk pembayaran listrik, pulsa telepon seluler, tagihan PDAM, televisi berbayar, hingga zakat. Bisnis VSI pun menjaring banyak mitra dengan tawaran dapat membayar sejumlah tagihan itu secara gratis meski dengan nilai investasi rendah, antara Rp 275.000 hingga Rp 8,5 juta.

Secara sepintas, bisnis VSI tampak seperti bisnis multilevel marketing (MLM), karena perkembangannya dilakukan dengan mencari banyak mitra baru. Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara menuding bahwa bisnis VSI berlangsung secara ilegal. Ia beranggapan Yusuf Mansur tak mengerti aturan tentang pendirian perusahaan direct selling atau MLM. “Salah-salah, nanti bisnis ini malah masuk dalam kategori investasi bodong,” tuturnya.

Yusuf Mansur sendiri hanya menanggapi santai tudingan tersebut dengan, “Doain, ya. Ini buat Indonesia.” Terbukti, karena keinginannya untuk memajukan Indonesia tersebut Yusuf Mansur pun kembali bergeliat memulai usaha lain bernama Paytren.

Bisnis Paytren memberi solusi untuk pengelolaan anggaran dan penambahan sumber pendapatan bagi DKI Jakarta. “Ini berdasarkan ilmu dan pengalaman yang telah saya lakukan melalui paytren tinggal diperbesar untuk Jakarta,” ujarnya di Jakarta Pusat.

Ide bisnis Paytren bermula dari adanya biaya administrasi di bank yang membuat saldo seseorang akan terpotong. Untuk itu, Yusuf menciptakan transaksi clickers Payment Gateway lewat e-commerce tanpa ditarik biaya administrasi.

“Saya punya perusahaan digital dan online payment gateway, namanya paytren. Kalau saya gratiskan semua biaya administrasi itu sudah super hemat bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya. Lewat program Jakarta Digital, Yusuf Mansur menawarkan aplikasi digital untuk memudahkan masyarakat Jakarta membayar kebutuhan sehari-hari seperti listrik, PDAM, telkom, dan pulsa.

“Kita bayangkan bila penduduk Jakarta 10 juta dan setengahnya saja menggunakan sistem single pay seperti ini, insya Allah akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah dan transparan,” tandasnya.

Loading...