Yuk, Bercocok Tanam Sambil Budidaya Ikan Lewat Bisnis Aquaponik!

Memiliki tanah yang subur merupakan sebuah hal yang patut disyukuri oleh masyarakat Indonesia. Selain tersedianya banyak bahan pangan, tanah yang subur juga membantu para untuk mengembangkan di sektor agrobisnis.

Saat ini ada begitu banyak teknik untuk memulai bisnis di bidang pertanian. Salah satu teknik baru yang kini sudah banyak dikembangkan di berbagai daerah adalah teknis . sendiri adalah pertanian berkelanjutan dengan menggabungkan akuakultur dengan , sehingga masyarakat bisa menanam sayur sembari membudidayakan ikan dalam waktu bersamaan.

Sistem kerja aquaponik ini begitu menguntungkan, dengan budidaya ikan akan menghasilkan kotoran ternak yang kemudian disalurkan lewat pipa untuk dijadikan pupuk yang memberikan nutrisi bagi hidroponik. “Bisnis sektor agro selalu oke karena menyangkut bahan makanan. Pasarnya stabil dan terjamin,” ungkap Steve Stanley, pemilik Kebun Bibit di Batu, Malang.

Teknik aquaponik juga telah diterapkan di Sleman oleh salah seorang warga bernama Heni. Menurut wanita 39 tahun ini, tidak semua tanaman mampu beradaptasi dengan sistem aquaponik. Bila suatu tanaman mampu menumbuhkan akar ketika ditempatkan di media, berarti tanaman itu mampu menerima sistem aquaponik. “Kangkung termasuk tanaman yang cocok menggunakan sistem akuaponik,” ujarnya.

Saat pertama kali mencoba bisnis aquaponik sejak tahun 2013, Heni memulainya dengan menanam beragam sayur seperti sawi, terong, kacang panjang, dan pare. Namun sejak 2015, ia hanya menanam kangkung.

“Kami membikin rak vertikultur dari pralon, botol air mineral bekas, bambu, tempat cat, dan sebagainya. Luas dak sekitar 6×9 m, yang di bawah modul akuaponik sekitar 1×1,5 m. Ikan yang kami pelihara adalah jenis ,” papar Heni.

Ke depannya ia ingin memanfaatkan kebun untuk salah satu sumber ekonomi. “Niat utamanya adalah mengajak warga sekitar untuk dengan memanfaatkan lahan yang ada. Bagi kami ini menarik karena bisa mengajak masyarakat untuk kembali di dekat dan bertanam yang sehat lewat pertanian organik,” tandasnya.

Loading...