Yuan Menguat, Kurs Rupiah Turut Rebound di Pembukaan

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Jakarta dibuka sebesar 34 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 14.356 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (13/7). Kemarin, Kamis (12/7), Garuda menutup perdagangan di spot dengan pelemahan tipis sebesar 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp 14.390 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.415 hingga Rp 14.445 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau diperdagangkan bervariasi. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB indeks dolar AS menguat 0,11 persen menjadi 94,823 lantaran para pelaku pasar saat ini sedang mempertimbangkan berbagai ekonomi Amerika Serikat terbaru.

Dilansir Xinhua, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Konsumen (IHK) AS untuk Semua Konsumen Perkotaan mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen pada Juni 2018 pada basis yang disesuaikan secara musiman, usai naik 0,2 persen pada Mei 2018. Dalam 12 bulan terakhir, indeks seluruh item naik 2,9 persen sebelum disesuaikan musiman, sesuai dengan prediksi pasar.

“IHK hari ini lemah meskipun harga sewa dan perawatan medis naik, sebagian karena harga utilitas turun dan sebagian karena harga barang-barang melemah. Namun, mungkin hal itu berubah ketika tarif mulai diterapkan. Untuk saat ini, tidak ada apa pun di sini yang mengkhawatirkan Fed,” ungkap Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, seperti dilansir Antara.

Pada laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran juga lebih rendah dari perkiraan pekan lalu. Dalam pekan yang berakhir 7 Juli 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan musiman berada di angka 214.000, turun 18.000 dari angka yang direvisi minggu sebelumnya. Rata-rata pergerakan 4 pekan mencapai 223.000, turun 1.750 dari rata-rata yang telah direvisi pekan sebelumnya.

Sementara itu, menguatnya nilai tukar yuan terhadap dolar AS rupanya dinilai turut menopang posisi rupiah. “Yuan menguat, ini membuat mata uang emerging market, termasuk rupiah, kembali jadi pilihan asing,” kata ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dilansir Kontan.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim juga berpendapat jika mata uang Garuda berhasil menguat karena memperoleh dukungan sentimen positif usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kerjasama antara Indonesia dengan AS seiring dengan rencana AS yang hendak mengevaluasi tarif impor.

Loading...