World Bank : Dalam Sejarah, Tingkat Penuaan di Timur Asia Pasifik lebih Cepat dibanding Belahan Bumi Lainnya

Wilayah Timur Pasifik mengalami peningkatan jumlah lansia yang lebih cepat dibanding belahan bumi lainnya dalam catatan sejarah Bank Dunia. Bank Dunia pun memperingatkan pergeseran demografis yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi maupun sektor publik.

Daerah yang membentang dari Myanmar, menuju ke perbatasan barat China hingga ke timur seperti , Papua Nugini, dan pulau-pulau di lautan Pasifik kini menjadi rumah bagi sepertiga populasi lanjut usia di atas 65 tahun. Jumlah mereka diperkirakan mencapai 211 juta orang.

Penumpukan populasi lansia di suatu area memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, berdasarkan hasil penelitian finansial yang telah booming dalam 2 terakhir. Laporan ini diberi judul ‘Live Long and Prosper: Aging in East Asia and Pacific’ .

Angka kelahiran yang merosot tajam, dibarengi dengan peningkatan angka harapan hidup kemungkinan akan memperberat tekanan pada sektor pelayanan publik. Sementara di sektor ekonomi, akan ada usaha lebih untuk mengisi kekurangan karyawan di usia produktif.

“Semua negara-negara berkembang di wilayah rentan risiko akan mengalami penumpukan lansia sebelum sempat menjadi kaya.”ujar Axel van Trotsenburg, wakil World Bank regional Asia Timur Bank Dunia dan Pasifik

China, tempat hidup sekitar 130 juta lebih lansia menjadi sorotan utama. Begitu juga dengan negara-negara-negara berpenghasilan menengah seperti halnya Thailand, Vietnam, dan . Negara-negara di Asia Timur seperti Jepang dan bahkan telah melalui beberapa dekade dengan keadaan yang sama. Hal serupa mungkin kurang dirasakan oleh negara-negara miskin di Asia Tenggara seperti Laos, Kamboja, dan hingga 20 tahun ke depan.

Penulis laporan sempat mengingatkan bahwa sistem kesehatan Asia Timur harus sudah siap untuk tuntutan kesehatan dan pensiun yang mengalami lonjakan. Hal ini adalah efek yang biasa terjadi di suatu negara dengan jumlah lansia yang terlampau padat. Kecuali reformasi segera dilaksanakan, penduduk usia kerja di Korea Selatan bakal susut hingga 15% di tahun 2040. Sedangkan China, Jepang, dan Thailand akan mengekor dengan nilai penurunan 10% pada periode yang sama.

Loading...