“Wonderful Indonesia” di Laos bawa pulang investasi Rp 1 T lebih, Batik dan Minyak Goreng pun Ludes

KBRI Laos gelar pameran 'Wonderful Indonesia' (Dhani Irawan/detikcom)

Vientiane, Laos – Pameran Wonderful yang digelar di Mal Vientiane Center, Laos resmi ditutup pada hari Minggu (29/5). Dalam tiga hari penyelenggaraan (27-29 Mei) oleh 40 peserta pameran saja, total prospek bisnis yang didapat dengan Laos mencapai Rp 1 Triliun lebih, yakni mencakup 13 .

Prospek kerja sama bisnis terbesar berupa rencana pembangunan sakit oleh PT UMG Indo yang berhasil menarik minat Gubernur Vientiane untuk berinvestasi sebesar 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun lebih.

“Dapat sebesar itu, saya surprise. Enggak terpikir akan seperti itu. Awalnya, cukup kemitraan saja. (Tukar kartu nama) iya. Kalau ini kan sampai ada yang kasih uang panjar (untuk partai besar),” kata Duta Besar Indonesia untuk Laos.

Duta Besar menambahkan, perolehan tersebut juga didukung program “bussiness matching” yang mempertemukan dan jasa di Indonesia dengan kebutuhan di Laos.

“Hampir tiap waktu, kami kasih gambaran, apa saja yang dibutuhkan. Kalau tanya kamar dagang dan setempat, perusahaan-perusahaan ini biasanya mau jadi distributor. Ya ditanya, perusahaan-perusahaan mana saja yang siap. Lalu kontak Jakarta. Begitu tahu marketnya kecil, daya belinya rendah, gugur. Akan tetapi ada juga yang siap. Ini (akhirnya) ada 40 perusahaan dari Indonesia.”

Untuk hari pertama saja, jumlah transaksi mencapai Rp 2 miliar dengan rincian USD 198.094 dan LAK 3.987.000. Produk yang paling besar nilai penjualannya adalah batik, yakni mencapai lebih dari USD9,000. Selain itu, produk minyak goreng berbahan kelapa sawit juga habis diburu oleh masyarakat Laos.

Loading...