Won Korea Lesu Melawan Dolar Amerika

Won Korsel jatuh terhadap AS pada hari Kamis lalu (18/12), hal ini memperpanjang kerugian pihak Korea Selatan untuk hari kedua dikarenakan Serikat menunjukkan sinyal positif bahwa kenaikan terhadap Dolar Serikat untuk tahun depan masih akan tetap diberlakukan.

Mengakhiri pertemuan selama dua hari lalu, Federal Reserve Amerika Serikat menyatakan pada hari (17/12) bahwa demi menjaga agar suku bunga tidak berubah mengingat adanya sinyal perbaikan kondisi ekonomi (Amerika Serikat), maka Federal Reserve akan bersabar dan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga Amerika Serikat. Pada momen tersebut Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, juga memberikan jadwal yang jelas kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sehingga para pihak yang terkena dampaknya secara langsung dapat mengambil tindakan antisipasi. Janet juga menuturkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan menaikkan bunga pinjaman sebelum akhir April tahun depan ().

Sedangkan pandangan berbeda disampaikan oleh Hong Suk-chan, Pakar analis di Daishin Economic Research Institute. “Pemain pasar bertaruh bahwa Federal Reserve akan mengambil langkah lebih lanjut untuk memberi kelonggaran terhadap kebijakan moneter dan otomatis dengan menguatnya Dolar Amerika akan menekan Won untuk melemah kembali,” kata Hong.

Pada sesi penutupan di hari Rabu sebelumnya (17/12) pada pukul 01,38 waktu setempat, Won Korea tercatat berada pada posisi 1.104,95 won per Dolar Amerika, namun kemudian pada sesi penutupan keesokan harinya (18/12) Won Korea selatan melemah lagi hingga turun ke posisi 10,05 Won per Dolar Amerika. Sedangkan terhadap Rupiah, Won Korea selatan bersandar pada posisi Rp 11,28 /Won. Menurut para ahli, investor asing terus – menerus menjual saham lokal sehingga melemahkan posisi Won. Pada hari ke-7, total saham lokal yang dijual mencapai lebih dari 2 Triliun Won.

Loading...