Batal Buka Kunjungan Turis Asing, Wisata Bali Bergantung Wisatawan Domestik

Salah satu kawasan wisata di Bali (sumber: kompas)Salah satu kawasan wisata di Bali (sumber: kompas)

/DENPASAR – wisata paling populer di Indonesia, Bali, sudah membatalkan rencana mereka untuk kembali menerima kunjungan asing pada tahun 2020 ini, karena setempat masih berupaya untuk menahan penyebaran -19. Pasalnya, Indonesia masih masuk dalam kategori zona merah untuk coronavirus. Sekarang, harapan industri tergantung pada perjalanan domestik dan bisnis.

Dikutip dari Nikkei, Bali, yang sudah membuka pintu bagi wisatawan domestik pada akhir Juli kemarin, sebenarnya berencana untuk menyambut kembali kedatangan pelancong pada 11 September mendatang. Pasalnya, Pulau Dewata memiliki jumlah virus yang relatif rendah, dengan 4.513 kasus infeksi yang dikonfirmasi hingga hari Minggu (23/8) atau hanya 3% dari total nasional.

Namun, dalam pernyataan yang dikeluarkan akhir pekan lalu, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan bahwa pemerintah belum bisa membuka pintu bagi wisatawan asing hingga akhir tahun 2020, karena Indonesia masih masuk dalam kategori zona merah (coronavirus). “Situasi di Indonesia belum kondusif untuk memungkinkan wisatawan asing berkunjung ke Indonesia, termasuk berkunjung ke Bali,” katanya.

Perekonomian Bali, yang sangat bergantung pada pariwisata, sebenarnya sudah berada dalam resesi akibat pandemi. berkontraksi 1,14% di kuartal pertama 2020, diikuti oleh penurunan 10,98% yang jauh lebih curam di periode kedua. Wayan mengatakan, 2.667 orang telah di-PHK untuk sektor pariwisata saja, dengan total 73.631 pekerja telah diberhentikan.

“Pembukaan kembali Bali untuk pengunjung internasional membutuhkan kehati-hatian karena posisi Bali sebagai tujuan wisata utama dunia,” tambah Wayan. “Terburu-buru memulihkan pariwisata, jika memperburuk bahaya virus, akan merusak citra global Indonesia. Ini bisa menimbulkan konsekuensi kontraproduktif bagi upaya pemulihan pariwisata.”

Ia melanjutkan, pihaknya saat ini akan mengoptimalkan upaya untuk membawa turis domestik ke Bali, sebuah rencana yang sesuai dengan pendekatan dari pemerintah pusat. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, sekaligus tangan kanan Presiden Joko Widodo, sempat menuturkan bahwa pemerintah sedang memikirkan perjalanan medis dalam negeri dan bisnis yang menggabungkan kerja dan .

Luhut mengatakan bahwa ada sekitar 500 ribu hingga 1 juta orang Indonesia yang memiliki ‘cukup banyak uang’ karena mereka tidak dapat menunaikan umrah dan haji pada tahun ini imbas pembatasan perjalanan. Sementara, yang lainnya tidak dapat mencari perawatan medis di Singapura atau Malaysia. “Kalau dihitung, bisa triliunan atau miliaran rupiah. Kami menyarankan para pekerja di sektor teknologi untuk bekerja dari Bali. Kami sedang memikirkannya dan kami mendorongnya. Kami hanya perlu membuat aturan,” papar Luhut.

Loading...