Survei Terbaru: WFH Justru Bikin Jam Kerja Pegawai Meningkat

Wanita Bekerja di Rumah (Work From Home)Wanita Bekerja di Rumah (Work From Home)

JAKARTA – Ketika melanda pada awal 2020, banyak , termasuk , mewajibkan para pekerja kantoran untuk bekerja dari (work from home atau WFH). Sekilas, bekerja dari tampak menyenangkan dan lebih santai. Namun, menurut survei terbaru, ternyata banyak pekerja kerah putih yang justru bekerja dengan durasi waktu lebih lama ketika WFH.

Dilansir dari TRT World, beberapa perusahaan internasional telah mengadopsi kerja dari rumah untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19, dan memang telah memberikan beberapa keuntungan bagi pengusaha dan karyawan. Di bawah kerja jarak jauh, karyawan menghemat waktu untuk perjalanan, sedangkan perusahaan dapat memangkas kantor mereka.

Selain semua keuntungan, ada juga kerugian saat melakukan kerja jarak jauh. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh tim NordVPN, penyedia layanan jaringan pribadi virtual, rata-rata waktu yang dihabiskan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh di AS, Inggris, Kanada, dan Austria justru meningkat lebih dari dua jam per hari sejak dimulainya pandemi.

Analis NordVPN memperoleh jam kerja jarak jauh dari server perusahaan untuk mengetahui bagaimana jaringan sektor swasta digunakan oleh karyawan jarak jauh. Di Inggris, waktu kerja meningkat hampir 25 persen, sama dengan karyawan di Belanda. Umumnya, para pekerja ini keluar pada pukul 8 malam. Sementara di AS, jam kerja rata-rata telah meningkat dari delapan menjadi 11 jam sejak dimulainya pandemi. Di antara negara-negara yang diteliti NordVPN, waktu kerja rata-rata di Belgia justru menurun, dari sembilan menjadi hanya delapan jam.

“Jam kerja di beberapa negara Eropa telah mulai stabil, dengan karyawan memiliki kesempatan untuk kembali ke kantor dalam kapasitas tertentu,” ujar tim NordVPN. “Namun, karyawan di Inggris dan Belanda bekerja sampai jam 8 malam, secara teratur keluar lebih lambat dari biasanya untuk menyelesaikan hari kerja yang diperpanjang.”

Menurut penelitian terpisah yang dilakukan perusahaan pembangun tim jarak jauh, Wildgoose, 44 persen karyawan Inggris bekerja lebih banyak selama tahun 2020 lalu. Perusahaan kelas menengah sebagian besar meningkatkan beban kerja karyawannya. Istirahat makan siang yang singkat dan bekerja saat sakit adalah kerugian lain bagi karyawan yang bekerja dari rumah, demikian menurut data Wildgoose dari 133 perusahaan Inggris.

Terlepas dari konsekuensi negatif dari tidak bepergian ke kantor setiap hari, 69 persen pekerja ingin terus bekerja di rumah karena lebih hemat biaya perjalanan dan meningkatnya waktu yang dihabiskan bersama keluarga. Karena banyak negara mengadopsi sistem kerja jarak jauh parsial, pembuat mobil asal AS, Ford, baru-baru ini mengumumkan akan memberikan sekitar 86.000 karyawan global non-manufaktur untuk pindah ke model hybrid rumah dan kantor.

Loading...