Waspada Sebelum Membeli, Apa Efek Samping Penggunaan Cream RBC Palsu?

CreamCream

pemutih saat ini sudah semakin banyak macamnya. Biasanya produk-produk untuk memutihkan dikemas dalam bentuk cream, pembersih, toner, dan sebagainya. Akan tetapi, sebagai konsumen tentunya harus waspada akan peredaran krim-krim palsu yang diklaim dapat memutihkan . Krim-krim palsu biasanya mengandung merkuri dan bisa menimbulkan yang berbahaya jika dipakai dalam jangka waktu lama. Salah satu produk krim yang cukup menarik untuk dibahas adalah cream RBC yang disebut-sebut sebagai krim racikan Resti Apriani.

Cream RBC sendiri merupakan singkatan dari Resti Beauty Care yang diramu oleh dr. Resti Apriani. Produk kecantikan RBC diklaim mengandung -bahan aktif seperti Alpha-arbutin, Glycolic acid dan Kojic acid yang aman bagi . Cream RBC juga diklaim bebas mercury, hydroquinone, dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya.

Di website yang mengaku sebagai distributor cream RBC menjual berbagai produk RBC seperti Lengkap Cream RBC Beauty Plus BPOM yang dibanderol seharga Rp 349 ribu, RBC Serum Vit C Rp 99 ribu, RBC Fresh Toner & Facial Foam Rp 199 ribu, dan RBC Night Care Cream yang harganya Rp 99 ribu. Harga produk RBC ini memang tergolong lebih mahal dibandingkan harga produk RBC yang banyak beredar di online shop. Jika di distributor harganya Rp 349 ribu, maka di online shop harganya hanya dipatok separuhnya, sekitar Rp 120-150 ribuan.

Cream RBC diklaim menawarkan beragam manfaat, misalnya membuat kulit tampak lebih cerah dan mengembalikan keremajaan kulit, membantu mengurangi flek dan noda hitam di wajah, mengurangi bekas dan noda akibat jerawat, menyamarkan kerutan, mengecilkan pori-pori wajah, hingga melembapkan kulit. Benarkah produk ini tidak menimbulkan efek samping?

Berdasarkan penelusuran TM Kosmetik, nama dr. Resti Apriani kabarnya tak terdaftar di website Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Hingga kini sosok dokter satu ini memang masih belum diketahui apa spesialisasinya dan di mana alamat praktiknya. Oleh sebab itu beberapa orang yang cermat dan peduli dengan kesehatan kulitnya justru mempertanyakan kebenaran cream RBC. Ada yang menyebutkan jika krim RBC berasal dari Makassar, namun masih belum jelas detail komposisi cream RBC yang diperjual-belikan secara bebas di .

Untuk menguji apakah suatu produk mengandung merkuri atau tidak, konsumen sebenarnya bisa melakukan uji laboratorium dan bisa juga menggunakan cara sederhana seperti yang dilakukan oleh hijabers asal Semarang bernama Andriani Ayu Wiratma, yakni dengan menyediakan kertas HVS putih dan setrika.

“Kita oleskan krim wajah ke kertas HVS putih. Kemudian kertas tersebut kita setrika dengan suhu hangat. Apabila kertas berubah menjadi hitam, maka krim kita mengandung merkuri. Sebaliknya, bila tidak menghitam maka krim wajah kita terbebas dari bahan merkuri,” ujarnya. Cara ini menurutnya cukup efektif karena merkuri adalah bahan logam yang akan cepat menghitam bila terkena panas.

Loading...