Wall Street Menghijau, IHSG Berpeluang Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan () diprediksi mampu rebound pada perdagangan Rabu (16/11) ini terdorong menguatnya bursa saham pada sesi dagang kemarin. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, membuka perdagangan dengan 34 poin atau 0,67% ke level 5.112,50. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 37,24 poin atau 0,73% ke posisi 5.078,50 pada Selasa (15/11) sore.

IHSG menguat seperti halnya bursa dan bursa yang berada di zona hijau usai kekhawatiran pasar dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru mulai terkikis. Saham Dow Jones Industrial Average kembali naik 54,37 poin atau 0,29% ke level 18.923,06. Sementara, S&P500 menguat 16,19 poin atau 0,75% ke 2.180,39 dan Nasdaq Composite terapresiasi 57,23 poin atau 1,1% ke level 5.275,62.

“Bursa saham Wall Street yang berakhir diprediksi memengaruhi bursa saham dalam negeri,” jelas Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang. “IHSG pun bisa rebound di rentang support 5.029 dan resisten 5.131.”

Selain disokong Wall Street, IHSG juga dipengaruhi oleh naiknya harga sebesar 0,55% dan nikel 0,31%. Sementara, dari dalam negeri, hasil gelar perkara kasus penistaan agama pada Rabu siang juga diramal menjadi pengaruh bagi laju IHSG.

Senada, Analis PT Reliance Securities, Lanjar Nafi, juga optimistis bahwa IHSG dapat bangkit menguat pada hari ini disebabkan meredanya sentimen Trump Effect di pasar yang membuat sebagian aset emerging market rebound sekaligus mengakhiri penguatan dolar AS. “IHSG diperkirakan bergerak di support 5.043 dan resistance 5.230,” kata Lanjar.

Lanjar merekomendasikan beberapa saham antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Loading...