Wait and See Jelang Rilis Notulensi FOMC, Rupiah Naik 5 Poin di Awal Dagang

Jakarta – Rupiah dibuka tipis 0,04 persen atau 5 poin ke posisi Rp 13.363 per dolar AS pada awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (23/2). Kemarin, Rabu (22/2) rupiah berakhir 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 13.368 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.344 hingga Rp 13.371 per dolar AS.

Pergerakan dolar AS justru cenderung melemah menjelang keputusan terkait kenaikan acuan. Akan tetapi Garuda berpeluang untuk melemah di tengah aksi yang kini sedang wait and see menjelang dirilisnya notulensi meeting.

“Jika catatan rapat FOMC menunjukkan The Fed berpeluang menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, maka rupiah bisa kembali melemah,” kata Sri Wahyudi, analis Garuda Berjangka.

Sementara itu Nafan menuturkan bahwa fluktuasi dolar AS disebabkan oleh pernyataan pejabat The Fed soal rencana kenaikan suku bunga acuan apabila Amerika Serikat stabil. “(Pernyataan pejabat The Fed) memberi efek hawkish terhadap dolar, ditambah situasi yang kurang menentu di zona Eropa turut memperlemah mata uang euro,” tuturnya.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan bahwa beberapa pejabat The Fed sudah mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Maret ini. Namun pasar sendiri masih belum yakin, terutama karena mengingat kemungkinan adanya ketidakpastian kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh AS, Donald Trump.

“Fundamental domestik juga cukup . Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) berjalan dengan lancar dan damai. Di sisi lain, naiknya komoditas, terutama minyak, juga bisa menyokong rupiah,” jelasnya.

Loading...