Wait and See Jelang Putusan BI, Rupiah Dibuka Rebound ke Level Rp 14.075/USD

Rupiah - www.beritamoneter.comRupiah - www.beritamoneter.com

Jakarta dibuka menguat 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 14.075 per pada pagi hari ini, Kamis (17/5). Kemarin, Rabu (16/5), kurs berakhir terdepresiasi sebesar 60 poin atau 0,43 persen ke level Rp 14.097 per USD.

Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Kurs dolar AS naik 0,2 persen menjadi 93,407 di akhir dagang lantaran imbal hasil pemerintah Amerika Serikat menyentuh level tertinggi baru.

Pada Rabu (16/5) dilaporkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai 3,1 persen. Imbal hasil sendiri adalah barometer untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan instrumen keuangan lainnya. Dengan peningkatan imbal hasil obligasi AS ini membuat para pelaku berspekulasi akan kenaikan kenaikan acuan yang lebih banyak tahun 2018 ini.

Berdasar alat FedWatch CME untuk fed fund berjangka, kemungkinan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kali pada tahun 2018 ini telah meningkat di atas 50 persen untuk pertama kalinya.

Kemudian dari sektor ekonomi melaporkan industri Amerika Serikat meningkat 0,7 persen pada April 2018 melebihi prediksi pasar sebesar 0,6 persen. Sedangkan housing starts atau rumah yang baru dibangun dan dimiliki secara pribadi pada bulan April 2018 berada pada tingkat tahunan sebesar 1.287 juta unit, lebih rendah dari perkiraan pasar.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar domestik tampaknya masih wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. BI dijadwalkan untuk menetapkan arah kebijakan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate-nya pada hari ini, Kamis (17/5).

Sebelumnya Gubernur BI Agus Martowardojo memberikan sinyal terkait kenaikan suku bunga acuan. Apabila rupiah terus melemah hingga berpotensi menghambat target pencapaian inflasi serta mengganggu stabilitas keuangan, maka BI tak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian suku bunga acuan.

“Kebijakan penyesuaian BI 7-Days Repo Rate tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan,” kata Agus, Kamis (26/4) lalu, seperti dilansir Okezone. Oleh sebab itu pada perdagangan hari ini sejumlah analis memperkirakan nilai tukar rupiah akan berlanjut melemah hingga keputusan suku bunga acuan BI diumumkan.

Loading...