Wait and See Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Dibuka Melaju ke Zona Hijau

Rupiah - koran.tempo.coRupiah - koran.tempo.co

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (19/6), dengan penguatan sebesar 62 poin atau 0,43 persen ke level Rp 14.264 per AS. Sebelumnya, Selasa (18/6), Garuda berakhir terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 14.326 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat tipis. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,08 persen menjadi 97,6414 di tengah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve, demikian seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

Para pelaku saat ini dikabarkan tengah menunggu hasil keputusan dan proyeksi ekonomi FOMC yang akan diumumkan pada Rabu sore. pun akan mencari petunjuk tentang potensi penurunan suku bunga acuan pada akhir tahun 2019 ini.

Pada Selasa sore, para pedagang memproyeksikan bahwa probabilitas sebesar 24,2 persen untuk penurunan suku bunga acuan pada Juni 2019, sedangkan menurut alat FedWatch CME Group, perkiraan kebijakan pelonggaran moneter pada pertemuan FOMC berikutnya berlangsung pada Juli lebih dari 85%.

Di sisi lain, gerak rupiah justru diprediksi belum banyak dapat bergerak positif. Menurut Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, rupiah hari ini akan cenderung melemah lantaran dipengaruhi oleh sentimen internal dan juga eksternal. Hari ini katanya pasar cenderung masih mengantisipasi Federal Open Market Committee (FOMC) dengan probabilitas suka bunga tetap di level 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Oleh sebab itu, Faisyal berpendapat jika Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur Indonesia (RGD) kemungkinan akan melakukan aksi yang sama dengan mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7-DRR) masih di posisi 6 persen. Faisyal menambahkan, yang akan menjadi perhatian pasar berikutnya adalah outlook The Fed ke depan, apakah masih percaya diri dengan suku bunga acuannya atau justru akan memangkas.

“Kalaupun ada testimoni The Fed ke depan bakal pangkas suku bunga, rupiah masih cenderung melemah,” jelas Faisyal, seperti dilansir Kontan. Oleh sebab itu, Faisyal memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah karena aksi wait and see pasar terhadap langkah The Fed dan BI.

Loading...