Wait And See Jelang Keputusan Suku Bunga BI, Rupiah Dibuka Menguat 3 Poin

– Kurs rupiah mengawali pagi hari ini, Kamis (20/7) dengan penguatan tipis sebesar 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp 13.318 per . Sebelumnya, Garuda berakhir terdepresiasi sebesar 0,09 persen atau 12 poin ke posisi Rp 13.321 per dolar usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.293 hingga Rp 13.322 per dolar . Pelemahan rupiah tersebut sekaligus mengakhiri reli rupiah selama 7 hari berturut-turut.

Sementara itu indeks bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada perdagangan Rabu atau Kamis pagi waktu Indonesia Barat. Berdasarkan dari Xinhua, indeks naik 0,21 persen menjadi 94,803 di akhir perdagangan.

Menurut Research & Analyst Monex Investindo Futures, Agus Chandra, dolar mengalami rebound lantaran para pelaku pasar kini kembali melakukan aksi beli USD usai mengalami pelemahan selama beberapa hari belakangan. Namun Agus memprediksi jika penguatan dolar AS kemungkinan akan relatif terbatas lantaran investor saat ini juga sedang menantikan arah kebijakan (BI) terkait suku bunga acuan.

Bank Indonesia (BI) diketahui menyelenggarakan rapat dewan gubernur (RDG) selama 2 hari mulai tanggal 19-20 Juli 2017 untuk penentuan suku bunga acuan. BI sendiri diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya sebesar 4,75 persen.

“Mengingat masih terus terjaganya keseimbangan dalam baik internal yakni terkendalinya inflasi serta sisi eksternal yang tercermin pada neraca perdagangan yang masih surplus, tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah suku bunga di level yang ada sekarang,” kata Ekonom Bahana Sekuritas, Fakhrul Fulvian, Kamis (20/7).

Di sisi lain, seperti rapat ECB juga turut mempengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. “Pelaku pasar juga wait and see menunggu rapat European Central Bank (ECB) dan kebijakan moneter yang akan diambil,” jelas Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, seperti dilansir Kontan. Menurut Josua, nilai tukar rupiah akan kembali melemah apabila hasil rapat ECB bernada dovish.

Loading...