Wait and See Jelang Hasil Rapat The Fed, Rupiah Melemah di Pembukaan

Jakarta – Kurs rupiah mengawali pagi hari ini, Rabu (26/7) dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 13.335 per . Kemarin, Selasa (25/7) mata uang Garuda berakhir melemah 0,14 persen atau 18 poin ke level Rp 13.327 per usai diperdagangkan antara Rp 13.313 hingga Rp 13.328 per .

Sementara itu indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang pada Selasa atau Rabu pagi WIB berakhir menguat 0,09 persen menjadi 94,058 di tengah berlangsungnya pertemuan moneter selama 2 hari. Bank Sentral Amerika Serikat diprediksi akan mempertahankan suku bunganya.

Pada pertemuan bulan lalu, memutuskan untuk menaikkan acuan untuk keempat kalinya sejak Desember 2015 dan menyatakan rencana untuk mulai memangkas neraca keuangan. Para ekonom memprediksi jika The Fed akan memulai mengurangi neraca keuangan pada bulan September 2017 mendatang.

Di sisi lain, Indeks Kepercayaan Conference Board yang sebelumnya dilaporkan menurun pada bulan Juni lalu ternyata kembali naik pada bulan Juli 2017. Indeks saat ini ada pada posisi 121,1, naik dari 117,3 pada bulan Juni. Perolehan terakhir justru jauh di atas ekspektasi sebesar 117,0.

“Beberapa pelaku pasar mungkin mencoba menyesuaikan posisi dolar terhadap mata uang Asia menjelang pertemuan FOMC, sehingga sedikit membebani mata uang regional,” jelas Jitipol Puksamatanan, pakar strategi Krung Thai Bank, seperti dilansir .

Senada, pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengungkapkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah menanti pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dilaporkan pada Kamis (27/7) besok. “Investor berharap ada indikasi terbaru dari Janet Yellen, karena dari testimoni sebelumnya tidak terlalu agresif,” ujar Reny.

“Bila The Fed masih belum membuat pernyataan yang jelas soal kenaikan suku bunga, rupiah akan kembali dilirik investor. Apalagi dari dalam negeri, tidak ada sentimen yang dapat mempengaruhi rupiah akhir bulan ini,” sambungnya.

Loading...