Voting Brexit Kurang Memuaskan, Rupiah Kembali Lunglai di Hadapan Dolar AS

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

Jakarta pada pagi hari ini, Rabu (16/1), terpantau melemah sebesar 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp 14.130 per AS. Sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg Index, Selasa (15/1), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 35 poin atau 0,24 persen ke level Rp 14.090 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar naik 0,45 persen pada 96,0388 usai pemungutan suara .

Seperti dilansir Xinhua, dolar AS menguat terhadap pound sterling usai pound sterling melemah lebih dari 1 persen terhadap dolar AS usai penolakan besar-besaran parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit pada Selasa. Sebanyak 432 anggota parlemen dilaporkan menolak kesepakatan itu dan hanya 202 suara yang mendukungnya. Ini sekaligus menjadi kekalahan parlementer terburuk bagi pemerintah dalam sejarah pemungutan suara di Inggris. Pound sterling diprediksi bakal melanjutkan pelemahannya lantaran para pelaku pasar melihat kemungkinan adanya pengaruh Brexit.

Di sisi lain, menurut Analis Monex Investindo Future Faisyal, penundaan rencana Federal Reserve () untuk menaikkan suku bunga acuannya pada tahun 2019 ini rupanya telah menjadi suntikan sentimen positif bagi rupiah untuk menguat pada perdagangan kemarin. Di samping itu, minyak mentah yang turun juga mampu menopang gerak rupiah di pasar spot.

Akan tetapi Faisyal menuturkan, dengan semakin melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia telah membuat penguatan rupiah terbatas. Menilik sejarahnya, rupanya neraca perdagangan Indonesia pada periode 2018 disebut-sebut merupakan perolehan terburuk sejak Indonesia merdeka.

Ia pun menambahkan, pasar menantikan hasil voting terakhir Brexit. “Jika hasil voting sesuai dengan perkiraan pasar dan data AS kembali dirilis negatif maka ini kembali memberikan angin segar pada rupiah,” jelas Faisyal, seperti dilansir Kontan. Tetapi karena hasil voting Brexit ternyata kurang memuaskan pasar, maka rupiah sebagai mata uang berisiko pun merasakan imbasnya dari volatilitas pasar global dan melemah seperti saat ini.

Loading...