Volatilitas Tinggi Jelang FOMC Meeting, Rupiah Dibuka Melemah 19 Poin

Rupiah Melemah - pasardana.id

melanjutkan tren negatif pada awal Senin (19/3) ini karena tertekan rencana kenaikan The Fed. Seperti dilaporkan Index, Garuda membuka transaksi dengan melemah 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.770 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% di posisi RP13.751 per AS pada akhir pekan (16/3) kemarin.

“Sepanjang pekan ini, mata uang Garuda kemungkinan besar bakal kembali mengalami koreksi karena probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve sudah mencapai 90%,” tutur analis Kapital Investama, Nizal Hilmy, seperti dilansir Kontan. “Pergerakan pasar terbatas menanti meeting, terlebih tidak ada sentimen domestik yang dapat menopang rupiah.”

The Federal Open Market Committee (FOMC) meeting dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 21 Maret 2018 waktu setempat. Berbagai pengamat memprediksi bahwa dalam FOMC meeting ini, Federal Reserve akan memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka (Fed Fund Rate) yang direncanakan terjadi lebih dari tiga kali sepanjang tahun 2018.

“Volatilitas tinggi memang cenderung terjadi di pasar keuangan menjelang FOMC meeting, tetapi akan mereda setelah mendekati pertemuan tersebut,” timpal Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Indonesia, Doddy Zulverdi. “Sebagian pasar keuangan akan ‘mem-price in’ ekspektasi apa yang diputuskan The Fed tanggal 21 Maret.”

Sementara itu, ekonom Bank Central Asia, David Sumual, mengatakan bahwa pergerakan mata uang Garuda sebenarnya cenderung stabil. Pasalnya, pelaku pasar masih menantikan arah kebijakan Bank Indonesia jika Federal Reserve jadi mengerek suku bunga acuan mereka pada bulan ini. “Selain itu, pelaku pasar masih menanti notulensi FOMC untuk melihat arah kebijakan moneter AS ke depannya,” kata David.

Loading...