Virus Corona Kembali Menggila, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

JAKARTA – Setelah dibuka stagnan, ternyata terus melorot ke area merah hingga perdagangan Kamis (30/1) sore, ketika wabah virus kembali meminta korban sekaligus menghantam pergerakan mata uang di . Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.657 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.652 per dolar AS, terdepresiasi 18 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.634 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,75% menghampiri baht Thailand.

Dikutip dari Bloomberg, mata uang Benua Kuning kompak melemah setelah Organisasi Dunia (WHO) menyerukan rapat Komite Darurat untuk mempertimbangkan mengeluarkan peringatan seiring dengan terus bertambahnya korban tewas akibat (coronavirus) baru di China. Menurut laporan Komisi Kesehatan Nasional China, jumlah korban meninggal dunia akibat bertambah menjadi 170 orang.

Dari pasar global, indeks dolar AS mampu bertahan di dekat level tertinggi dua bulan pada hari Kamis, karena investor lebih cenderung berburu aset yang lebih aman didorong kekhawatiran mengenai epidemi virus di Negeri Panda. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,040 poin atau 0,04% ke level 98,031 pada pukul 13.02 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dalam rapat kebijakan yang baru saja berakhir, Federal Reserve, juga menyebut virus corona sebagai sumber ketidakpastian untuk prospek ekonomi. Karena penyakit baru seperti pneumonia ini menyebar dengan cepat di China serta beberapa lainnya, dolar AS muncul sebagai salah satu tujuan akhir yang aman.

Seorang ekonom China mengatakan bahwa negara tersebut mungkin akan turun menjadi 5% atau bahkan lebih rendah karena wabah virus corona. Ini mendorong pembuat kebijakan untuk memperkenalkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut. “Meskipun sangat tidak pasti seberapa keras penyakit itu akan menghantam ekonomi, penurunan peringkat ekonomi China terlihat tidak terhindarkan,” kata kepala analis mata uang di MUFG Bank, Minori Uchida.

Loading...