Rabu Sore, Rupiah Terjungkal Imbas Ganasnya Virus Corona

Rupiah - okezone.comRupiah - okezone.com

JAKARTA – lagi-lagi harus terjungkal ke area negatif pada Rabu (26/2) sore, seiring belum meredanya penyebaran corona, bahkan mengakibatkan korban baru di Korea Selatan. Menurut paparan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 53 poin atau 0,39% ke level Rp13.940 per dolar .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.966 per dolar AS, terdepresiasi 73 poin atau 0,52% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.893 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia bergerak , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,35% dialami won Korea Selatan dan kenaikan tertinggi sebesar 0,19% menghampiri rupee India.

Menurut pihak Bank Indonesia, pelemahan yang dialami mata uang hari ini dipicu oleh investor yang mengalihkan mereka ke instrumen yang lebih aman, seperti surat utang AS, yen Jepang, dan emas. Ini imbas penyebaran wabah virus corona yang tak kunjung berakhir, bahkan semakin meluas dan mengakibatkan korban baru.

Seperti dilansir Bloomberg, jumlah kasus virus corona di Korea Selatan semakin membebani daya tarik aset berisiko, membuat bursa Asia tertekan. Laporan paling baru pada Rabu pagi menyebutkan, ada tiga korban jiwa lagi akibat virus corona sehingga total korban jiwa di Negeri Ginseng menjadi 11 orang, sedangkan total kasus terinfeksi dikabarkan menembus 1.000 orang.

“Kekhawatiran atas kerugian berkepanjangan (dari virus corona) terhadap prospek menunjukkan bahwa ekspektasi untuk pemulihan mungkin terlalu optimistis,” ujar kepala riset valuta asing di Malayan Banking, Saktiandi Supaat, dalam sebuah catatan. “Pelemahan dalam valas seperti won Korsel dapat bertahan untuk sementara waktu.”

Dari global, indeks dolar AS mengambil posisi bertahan pada hari ini, seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve dan peringatan dari pejabat kesehatan setempat mengenai dampak virus corona. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,104 poin atau 0,11% ke posisi 99,072 pada pukul 13.27 WIB.

Reuters melaporkan, seorang pejabat tinggi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mendesak warga AS untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi serangan virus corona yang menyebar di negara tersebut. Ketika wabah mulai menyebar ke Timur Tengah dan Eropa, para investor pun bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi domestik.

Loading...