Sudah Melambat di 2019, Virus Corona Ancam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Memakai Masker untuk Menghindari Virus - banjarmasin.tribunnews.comMemakai Masker untuk Menghindari Virus - banjarmasin.tribunnews.com

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi harus melambat untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir pada tahun 2019 kemarin, dengan domestik bruto (PDB) dilaporkan cuma 5,02%, turun dari 5,17% dan lebih rendah dari target pemerintah di angka 5,3%. Perlambatan Tiongkok memengaruhi , sektor ekspor utama Indonesia, dan menghambat sentimen , dengan wabah virus corona mengancam pertumbuhan lebih lanjut.

Dilansir Nikkei, pertumbuhan tahunan yang lebih rendah datang meskipun ekonomi terlindung dari guncangan perang perdagangan. Keputusan Bank Indonesia yang memangkas utamanya sebesar 100 basis poin juga tidak memberikan dorongan bagi negara untuk memenuhi target pertumbuhannya. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga, yang merupakan lebih dari setengah PDB Indonesia, tetap datar di 5,04% pada tahun kemarin dari sebelumnya di 5,05% pada 2018.

Perlambatan pertumbuhan di Negeri Panda, sebagai mitra ekonomi utama, memengaruhi harga komoditas, sektor ekspor utama Indonesia, dan menghambat sentimen konsumen. Turunnya asing juga menjadi hambatan bagi perekonomian. masih belum kembali meskipun ketidakpastian politik menghilang setelah Presiden Joko Widodo terpilih pada bulan April lalu. ke dalam negeri turun 3,4% menjadi 28,2 miliar dolar AS tahun lalu, penurunan tahunan kedua berturut-turut, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Menurunnya daya beli tercermin dalam penurunan mobil sebesar 10,5% sepanjang tahun lalu, hampir tidak memenuhi target asosiasi industri sebanyak satu juta unit . Ekonomi Indonesia juga hanya tumbuh 4,97% dalam tiga bulan yang berakhir Desember dari tahun sebelumnya, pertama kali jatuh di bawah 5% sejak kuartal terakhir 2016.

Ekonomi yang suam-suam kuku ini dapat memaksa pemerintahan Joko Widodo untuk mempercepat upayanya untuk menerapkan reformasi yang tidak populer seperti perubahan pasar tenaga kerja yang kaku. Namun, setiap harapan akan kemajuan yang cepat telah diganggu oleh penyebaran coronavirus baru. Meskipun Indonesia belum mencatat satu kasus pun, melemahnya permintaan di China dapat merusak sektor ekspor dan sentimen konsumen. Destinasi populer untuk turis Tiongkok seperti Bali juga menghentikan sementara penerbangan dari Negeri Tirai Bambu.

“Dampak coronavirus hari ini terhadap makroekonomi bisa berpotensi lebih besar dibandingkan dampak wabah virus sebelumnya pada tahun 2003 dan 2006,” tutur Helmi Arman, ekonom Citi Indonesia. “Potensi penurunan harga komoditas global dapat mengarah pada skenario penurunan ekspor Indonesia pada tahun 2020. Kami pikir, perubahan dalam prospek ekspor komoditas mungkin merupakan wild card yang akan paling memengaruhi lintasan pertumbuhan.”

Ekonomi di Indonesia mencerminkan perlambatan pertumbuhan serupa di kawasan Asia Tenggara. Singapura dan Filipina, keduanya mencatat tingkat pertumbuhan PDB paling lambat dalam masing-masing sepuluh dan delapan tahun, di tengah ketegangan perdagangan AS-China. Angka-angka melukiskan prospek yang menantang untuk pemulihan ekonomi karena wabah coronavirus.

Sudah terhuyung-huyung dari perlambatan ekonomi yang diperburuk oleh mata uang yang kuat, Kementerian Keuangan Thailand pada Januari ini menurunkan prospek pertumbuhan PDB untuk tahun 2020 menjadi 2,8% dari 3,3%, karena dampak virus corona pada pariwisata. Sementara, ekonom di OCBC Bank mengatakan bahwa perkiraan pertumbuhan PDB Singapura secara year-on-year adalah 1% hingga 2% untuk tahun 2020, melihat tingkat keparahan wabah corona.

Loading...