Wabah Virus Corona di Arab Saudi, Ancam Ibadah Haji

Melaksanakan Ibadah Haji - www.islamichelp.org.ukMelaksanakan Ibadah Haji - www.islamichelp.org.uk

RIYADH/TEHERAN – Wabah corona mengganggu ibadah umat di Timur Tengah ketika pada Rabu (4/3) kemarin melarang warganya dan penduduk lain untuk melakukan ziarah ke Mekah, sedangkan Iran membatalkan salat Jumat di kota-kota besar. Keputusan ini juga berpotensi memengaruhi rencana jutaan umat Muslim untuk umrah menjelang bulan puasa serta melakukan ibadah haji.

Dilansir dari TRT World, Kerajaan Arab Saudi memperluas larangan sejak minggu lalu pada orang asing untuk mengunjungi Mekah dan Madinah, rumah bagi situs paling suci dalam Islam. Setelah pengumuman 27 Februari, orang-orang yang sudah berada di Arab Saudi memang masih dapat melakukan ke Masjidil Haram serta Ka’bah. Namun, itu adalah kerumunan yang lebih kecil dari biasanya sebelum pernyataan hari Rabu dari seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Masih belum jelas bagaimana larangan itu akan ditegakkan. menggambarkan penangguhan itu sebagai ‘sementara’, tetapi tidak memberi petunjuk kapan akan dicabut. Larangan itu juga tampaknya mencakup ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah. Keputusan tersebut tentu berpotensi memengaruhi rencana perjalanan haji yang ditetapkan pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang.

Menurut pihak berwenang Arab Saudi, keputusan itu terpaksa dilakukan sebagai upaya untuk membatasi penyebaran epidemi coronavirus (-19) dan mencegah akses ke dua masjid suci, yang selalu dibanjiri arus kerumunan manusia yang permanen dan intens. “Ini membuat masalah mengamankan kerumunan menjadi sangat penting,” kata pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, di Iran, pihak berwenang setempat terpaksa menghentikan aktivitas salat Jumat di semua ibukota provinsi, di tengah wabah coronavirus yang berkembang di negara itu, yang telah menewaskan sedikitnya 92 orang di antara 2.922 kasus yang dikonfirmasi. Pengumuman itu datang seminggu setelah wabah serupa memengaruhi Teheran dan beberapa kota besar lainnya.

ini menyebar luas,” ujar Presiden Iran, Hassan Rouhani kepada kabinetnya, menurut sebuah transkrip. “Ini mencakup hampir semua provinsi kami dan, dalam arti tertentu, adalah yang telah menginfeksi banyak negara di dunia, dan kami harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini secepat mungkin.”

Sekarang, ada lebih dari 3.140 kasus virus corona di seluruh Timur Tengah. Para pemimpin penting dalam pemerintahan sipil Iran dan teokrasi Syiah juga telah terinfeksi virus ini. Di seluruh dunia, virus ini telah menginfeksi lebih dari 90.000 orang dan menyebabkan lebih dari 3.100 kematian. Namun, para ahli khawatir bahwa Iran mungkin tidak melaporkan kasus virus corona.

Rouhani, dalam pertemuan kabinetnya, mengakui jumlah korban wabah yang merebak di masyarakat. Namun, dia meminta televisi pemerintah untuk menawarkan program yang ‘lebih bahagia’ untuk menghibur mereka yang terjebak di rumah. “Saya mendesak semua seniman, ilmuwan, psikolog, dan semua yang dapat membawa senyum ke wajah orang-orang, datang ke media sosial. Hari ini, kata-kata yang membuat orang lelah tidak lagi menguntungkan,” katanya.

Eshaq Jahangiri, wakil presiden senior Iran, sudah melarang semua perjalanan ke luar negeri bagi para pejabat untuk menghadiri acara-acara internasional, demikian lapor kantor berita ISNA semi-resmi. Namun, itu tidak memengaruhi Menteri Perminyakan, Bijan Zangeneh, yang memutuskan bepergian dengan rombongan ke Wina untuk pertemuan OPEC.

Loading...