Vaksinasi COVID-19 Dimulai, Rupiah Berakhir Menguat 70 Poin

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – sanggup mempertahankan posisi di area hijau pada Rabu (13/1) sore, ketika vaksinasi COVID-19 di Indonesia resmi dilakukan, menumbuhkan harapan pemulihan di dalam negeri. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 70 poin atau 0,5% ke level Rp14.060 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menetapkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.109 per dolar AS, menguat 0,86% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.231 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,42% dialami rupiah.

Menurut analisis CNBC Indonesia, pelaku sepertinya terbawa suasana karena hari ini bisa dikatakan momentum besar Indonesia dalam memerangi pandemi . Seperti diketahui, hari ini Indonesia memulai tahap vaksinasi COVID-19, dengan menjadi orang pertama yang menerima suntikan Sinovac asal China.

“Distribusi vaksin adalah kunci pemulihan ekonomi. Tanpa vaksin, masyarakat masih akan defensif sehingga pertumbuhan penawaran tidak seimbang dengan permintaan,” papar ekonom Mirae Asset, Anthony Kevin, dalam sebuah riset. “Tanpa distribusi vaksin yang cepat, pemulihan ekonomi akan lebih mengarah ke U-shaped daripada V-shaped.”

Badan Pengawas Obat dan (BPOM), setelah melakukan uji klinis sementara atau interim tahap III, mengatakan bahwa vaksin virus corona buatan Sinovac memiliki tingkat keampuhan sebesar 65,3%. Meski jauh lebih kecil dibandingkan vaksin buatan Pfizer-BioNTech, Moderna, dan AstraZeneca-Universitas Oxford, yang punya efficacy rate di atas 90%, angka itu telah memenuhi standar minimum efikasi WHO sebesar 50%.

Penguatan rupiah juga tidak terlepas dari pelemahan yang dialami dolar AS, karena penurunan imbal hasil AS melemahkan momentum rebound, membuat investor melanjutkan taruhan bahwa mata uang tersebut akan melanjutkan episode negatif yang sudah terjadi tahun 2020. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,115 poin atau 0,13% ke level 89,978 pada pukul 11.27 WIB.

“AS sebenarnya senang melihat pelemahan greenback karena dapat meningkatkan ekspor, sementara China tidak begitu ingin melihat kenaikan yuan yang terlalu cepat yang dapat mengganggu ekspor negara,” ujar kepala ekonom di Capital Securities, Wang Jianhui, dilansir Reuters. “China sendiri tidak banyak melakukan intervensi karena ingin menghindari tuduhan manipulasi mata uang oleh AS.”

Loading...