Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Rupiah Justru Melemah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (7/12) pagi - pikiran-rakyat.com

JAKARTA – harus melorot tipis pada Senin (7/12) pagi meski mendapatkan suntikan data NFP yang lebih rendah dari sebelumnya serta kedatangan -19 di Indonesia. Menurut data Bloomberg Index pukul 09.01 WIB, Garuda melemah 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.110 per . Sebelumnya, spot ditutup menguat 35 poin atau 0,25% di posisi Rp14.105 per pada akhir pekan (4/12) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, pertumbuhan lapangan kerja di AS selama bulan November 2020 dilaporkan melambat, mendorong ekspektasi adanya stimulus tambahan dari . Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, nonfarm payrolls AS meningkat hanya 245.000 selama November, jauh di bawah angka 460.000 menurut survei Bloomberg. Tingkat pengangguran juga turun tipis, 0,2 poin persentase menjadi 6,7%.

“Ini adalah laporan yang lebih rendah dari perkiraan,” ungkap manajer portofolio senior BlackRock Inc., Jeffrey Rosenberg, seperti dikutip Bloomberg. “Reaksi pasar lebih mengarah pada respons kebijakan. Minggu ini kami mengalami banyak percepatan dalam hal pergerakan dan ini adalah berita yang ditafsirkan oleh pasar sebagai pendorong (untuk kebijakan).”

Sementara itu, dari dalam negeri, vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal dikabarkan telah tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Diangkut oleh pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai Garuda Indonesia, ada 1,2 juta dosis vaksin yang telah mendarat di dalam negeri, dan akan disusul 1,8 juta dosis lainnya pada awal Januari 2021 mendatang.

“Optimisme vaksin serta stimulus fiskal pemerintah AS diperkirakan masih akan mendukung risk-on sentiment di pasar negara berkembang,” tutur Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, disalin dari Bisnis. “Namun demikian, sentimen positif dibatasi perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir yang mencatatkan rekor harian.”

Data di pasar Non-Deliverable Market (NDF) sepertinya juga tidak mendukung mata uang Garuda. Menurut laporan CNBC Indonesia, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah tampak di pasar NDF. NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula, yang tidak jarang memengaruhi pembentukan harga di pasar spot.

Loading...