Vaksin COVID-19 Masuk Indonesia, Rupiah Langsung Menguat

Rupiah - pekanbaru.tribunnews.comRupiah - pekanbaru.tribunnews.com

JAKARTA – Rupiah agaknya akan mengalami apresiasi pada Selasa (21/7) ini, didukung sentimen vaksin COVID-19 yang sudah masuk dalam negeri. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda terpantau menguat 55 poin atau 0,37% ke level Rp14.730 per dolar AS pada pukul 09.16 WIB. Sebelumnya, spot harus berakhir melemah 83 poin atau 0,56% di posisi Rp.14.785 per dolar AS pada Senin (20/7) kemarin.

“Memang, belakangan ini di negara emerging market, bukan hanya Indonesia, terus mengalami tekanan,” tutur Deputi Gubernur Senior , Destry Damayanti, dilansir Detik. “Mereka () menjauhi lagi instrumen atau market yang mereka anggap risikonya tinggi. Akhirnya, mereka kembali lagi ke AS, beli lagi obligasi AS, sehingga rupiah dan mata uang regional tertekan.”

Hampir senada, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan bahwa pelemahan rupiah tersebut merupakan hal yang wajar karena sifat rupiah sebagai mata uang berisiko. Dengan kasus yang terus meningkat dan ketegangan AS-, mata uang berisiko pasti akan dijauhi. “Belum lagi pemerintah sejauh ini belum ada progres signifikan dalam penanganan kasus virus dan stimulus ekonomi,” katanya dikutip dari Kontan.

Sedikit berbeda, analisis CNBC Indonesia mencatat bahwa rupiah kemungkinan bisa bangkit pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang dalam negeri sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, sehingga kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Selain itu, mata uang Garuda juga mendapatkan dukungan dari kabar bahwa vaksin COVID-19 dari China telah masuk ke Indonesia. Vaksin buatan Sinovac tersebut akan segera menjalani uji klinis tahap III yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Setelah uji klinis, vaksin virus corona tersebut diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri.

Loading...