Vaksin Corona Rilis Desember, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (23/11) sore - yahoo.com

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di teritori hijau pada Senin (23/11) sore ketika aset safe haven harus terkapar lantaran ada laporan bahwa vaksin virus mungkin sudah bisa diluncurkan pada Desember mendatang. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 16 poin atau 0,11% ke level Rp14.149 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan jam 10.00 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.164 per AS, terdepresiasi 0,44% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.228 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia terpantau mengungguli greenback, dipimpin Singapura yang naik 0,14%.

“Sentimen positif sedang membayangi aset berisiko di pasar Asia lantaran rencana vaksinasi COVID-19 di AS pada awal Desember 2020,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir dari Liputan6. “Dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk nilai tukar berkembang. Indeks saham Asia juga terlihat menguat.”

Seperti diwartakan Reuters, dolar AS memang cenderung melemah pada hari Senin karena prospek peluncuran lebih awal vaksin virus corona mengimbangi kekhawatiran tentang pembatasan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, yang akhirnya mendukung aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,107 poin atau 0,12% ke level 92,285 pada pukul 14.44 WIB.

Berita yang menjanjikan tentang vaksin telah membebani dolar AS sebagai aset safe haven. Orang pertama di AS dapat menerima vaksin COVID-19 sehari setelah Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan AS memberikan persetujuan pada pertengahan bulan depan. Sementara itu, Inggris dilaporkan dapat memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada pekan ini.

Di sisi lain, jutaan orang AS diperkirakan mengabaikan peringatan untuk tinggal di rumah selama liburan Thanksgiving, sedangkan Jerman mungkin harus memperpanjang lockdown hingga medio Desember. Desakan pembatasan virus corona di seluruh AS telah memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin harus melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, terutama tanpa kesepakatan stimulus fiskal yang terlihat.

Loading...