Disuntik Vaksin Corona, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah - www.sindonews.comRupiah - www.sindonews.com

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Selasa (21/7) sore, ketika uji coba sejumlah kandidat vaksin untuk , yang dilaporkan bagus, mampu ‘menyuntikkan’ tenaga pada aset berisiko. Menurut data Bloomberg Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda menguat 44 poin atau 0,30% ke level Rp14.741 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pagi tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.813 per dolar AS, menguat 19 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.832 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% dialami won Korea Selatan.

“Sentimen terlihat kembali masuk ke pasar keuangan pagi tadi setelah semalam muncul laporan kemajuan vaksin -19, kerja sama antara perusahaan biofarmasi Eropa, Astrazeneca, dan Universitas Oxford Inggris,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Antara. “Vaksin ini dikatakan mampu memproduksi imunitas dan aman dalam masa pengujiannya.”

Vaksin kedua adalah buatan CanSino Biologics dan divisi riset militer . Dari 508 orang relawan yang diuji coba, sebagian besar membuahkan hasil positif. Imun tubuh dilaporkan meningkat dan tidak ada efek samping yang berlebihan. Sementara, yang ketiga merupakan kolaborasi BioNTech dan Pfizer, yang menggunakan Ribonucleic Acid (RNA). Vaksin mendorong sel untuk membuat protein yang menyerupai bentuk luar virus corona. Materi ini akan dianggap sebagai benda asing, lalu ditangkal oleh imun sehingga akan ampuh untuk menghadapi virus yang sesungguhnya.

Kemajuan menuju vaksin coronavirus, serta paket penyelamatan fiskal di Eropa, membuat dolar AS di bawah tekanan dan mendukung mata uang komoditas dan euro pada hari Selasa. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,051 poin atau 0,05% ke level 95,781 pada pukul 11.03 WIB, sedangkan euro naik menuju level tertinggi empat bulan di 1,1467 terhadap greenback dan bertahan di bawah level tersebut pada awal perdagangan Asia.

Dilansir Reuters, para pemimpin Uni Eropa tampak dekat dengan kesepakatan mengenai rencana stimulus besar-besaran untuk blok tersebut saat pertemuan puncak dalam beberapa hari ke depan. Presiden Dewan Uni Eropa, Charles Michel, mengusulkan bahwa dalam dana pemulihan 750 miliar euro, 390 miliar euro harus berupa hibah yang tidak dapat dibayar kembali, sedangkan sisanya dalam pinjaman yang harus dibayar kembali.

Loading...