USD Agresif, lemahkan sebagian besar mata uang negara berkembang

Rupiah-USDPerforma Dolar (3/6) membuat sejumlah mata uang Asia dan Negara berkembang lainnya merosot tajam, tak terkecuali . Menurut data dari Indeks Dolar Bloomberg, Posisi Rupiah pada penutupan hari ini sejauh 16 basis poin. Rupiah sore ini ditutup di posisi Rp12.230 perDolar Amerika, lebih rendah dari posisi di penutupan kemarin yakni Rp 13.214 Per Dolarnya. Sedangkan menurut referensi (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) malah menunjukkan hal sebaliknya, Rupiah tercatat menguat 34 poin ke level Rp 13.196 perDolar Amerika dari posiis sebelumnya di level Rp 13.230 perDolar Amerika.

Meski Dolar berhasil menguasai pergerakan mayoritas mata uang Negara berkembang, namun tidak begitu halnya dengan Euro. Euro cenderung bergerak stagnan terhadap Serikat. Menjelang pertemuan ECB, Euro menguat terhadap Serikat hingga berada di posisi USD di 1,1135. Euro melompat sejauh 2,1% pada hari Selasa lalu, kenaikan terbesar kedua Euro sejak Oktober 2011.

(ECB) rencananya akan mempublikasikan proyeksi baru yang diperkirakan kembali mengalami peningkatan . Sementara isu tentang Yunani dan penjualan di surat hutang guna menetralisir skema pembelian akan tetap menjadi fokus utama.

Loading...