Usai Pilkada, Rupiah Anjlok 13 Poin di Awal Perdagangan

Jakarta – Pada pagi hari ini, Kamis (20/4), dibuka 13 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 13.332 per . Sebelumnya rupiah berakhir terdepresiasi 0,16 persen atau 21 poin ke level Rp 13.319 per AS usai diperdagangkan pada kisaran Rp 13.286 hingga Rp 13.317 per AS.

Indeks dolar AS sukses rebound pada perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB usai berada di level terendah selama 3 pekan karena melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Dolar AS ditutup menguat 0,24 persen atau 0,239 poin ke level 99,738.

AS, Steven Mnuchin pada Rabu pekan ini mengungkapkan jika Presiden Donald Trump jelas tak bermaksud mengabaikan kekuatan dolar AS. Pernyataannya tersebut cukup berlawanan dengan ucapan Trump sebelumnya yang merasa bahwa dolar AS terlalu kuat. pun kembali memperkirakan jika akan lanjut menaikkan suku bunganya sebanyak 2 kali tahun ini.

Dari dalam negeri, meskipun masih minim sentimen negatif tampaknya para pelaku pasar tetap cenderung untuk melepas rupiah terutama pasca penguatan rupiah yang terjadi pada beberapa hari sebelumnya. Sementara itu sentimen Pilkada DKI Jakarta tak terlalu memberi pengaruh.

Para kini tengah menanti rapat dewan gubernur (RDG) BI yang akan digelar dalam waktu dekat untuk menentukan suku bunga acuan dan pandangan BI terhadap kondisi makro dan moneter . Langkah BI yang baru saja mengumumkan dua aturan baru terkait pinjaman dan pembiayaan likuiditas jangka pendek juga sepertinya tak terlalu direspons oleh pasar.

“Kami perkirakan BI masih akan mempertahankan besaran 7 days repo rate di level 4,75%. Tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan, terutama jika sepanjang libur Pilkada DKI, kondisi global cenderung melemah dan berpengaruh pada rupiah,” kata Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, Kamis (20/4).

Loading...