Usai Libur Panjang, Rupiah Diramal Bergerak ke Zona Hijau

Usai libur panjang pekan lalu, diprediksi akan kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan Senin (9/5). Sejumlah faktor eksternal dan , salah satunya data AS yang turun, bisa menjadi katalis bagi Garuda awal pekan ini.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah memang mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah tipis 8 poin atau 0,06% ke 13.356 per AS. Namun, mata uang Garuda mampu bangkit dan berbalik 42 poin atau 0,31% ke posisi Rp13.306 per dolar AS pada pukul 08.16 WIB.

“Memburuknya data tenaga kerja AS mengurangi potensi kenaikan The Fed bulan Juni,” papar Ekonom Bank Central Asia, David Sumual. “Hal ini dapat menjaga tren penguatan rupiah.”

Seperti diketahui, data ADP Non-Farm Employment Change AS menurun menjadi 156.000. Sementara, klaim pengangguran meningkat sebesar 274.000 dari sebelumnya 257.000.

Adapun dari dalam negeri, dengan inflasi rendah dan yang melambat, Bank Indonesia juga berpeluang kembali memangkas suku bunga bulan ini. “Tetapi, bisa juga Bank Indonesia menurunkan suku bunga di bulan Agustus setelah melihat pengaruh Ramadan dan Idul Fitri terhadap inflasi,” tambah David.

Selain itu, sentimen positif juga bisa datang dari angka Indonesia yang bakal dirilis 10 Mei mendatang. Jika nilai dalam negeri kembali , rupiah dipastikan akan kembali perkasa. “Rupiah hari ini akan menguat pada rentang Rp13.120 hingga Rp13.370 per dolar AS,” pungkasnya.

Loading...