Usai Libur Idul Adha Rupiah Langsung Melejit 55 Poin di Awal Dagang

Usai tutup seiring libur Idul Adha, diprediksi bakal kembali bertaji pada perdagangan Selasa (13/9) ini. Probabilitas kenaikan AS yang sehingga melemahkan laju AS membuka peluang Garuda untuk melenggang ke zona hijau.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 55 poin atau 0,42% ke level Rp13.181 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.33 WIB, mata uang Garuda kembali “terbang” 71 poin atau 0,54% ke posisi Rp13.165 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau 0,01% ke level 95,088 pada pagi ini.

Diberitakan Reuters, anggota dewan gubernur The Fed, Lael Brainard, pada Senin (12/9) kemarin mengatakan bahwa The Fed sebaiknya tidak terlalu cepat mencabut sokongan terhadap ekonomi AS karena adanya risiko pelemahan pasar tenaga kerja serta kemerosotan ekonomi dunia. Pidato inilah yang dianggap menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.

Menurut FedWatch CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada September dipangkas hingga 15% dari sebelumnya 24%. Sementara, kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember yang semula 59,2% turun menjadi 54,5%.

“Kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September sudah semakin kecil,” ungkap Managing Director Chapdelaine Foreign Exchange, Douglas Borthwick. “Kami juga memperkirakan dolar AS akan terus melemah hingga akhir tahun.”

Meski begitu, menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, hingga FOMC meeting pada 20-21 September mendatang, aset keuangan masih akan tinggi. “Rupiah juga berpeluang hari ini meski pelemahan indeks dolar AS semalam dapat mencegah pelemahan signifikan,” kata Rangga.

Loading...