Usai Donald Trump, Kini Giliran Tony Abbott Mengecam Islam

Usai Donald Trump, kini giliran Tony Abbott yang berkomentar miring tentang . Bahkan, mantan perdana itu mendesak Barat untuk memproklamasikan hegemoninya atas Islam.

Dalam sebuah kolom di salah satu media di Australia, Abbot mengatakan bahwa tidak semua memiliki nilai yang sama. “Kita tidak bisa terus membantah masalah masif di dalam Islam,” tulisnya di kolom opini Sydney Daily Telegraph.

“Warga Australia mesti berhenti merasa bersalah,” lanjutnya. “Atas nilai-nilai yang membuat negeri kita bebas, jujur, dan makmur.”

Layaknya Trump, komentar Abbott ini pun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pemimpin oposisi, Bill Shorten, mengatakan komentar itu “kontraproduktif”. Sementara, Direktur Eksekutif Dewan Islam Victoria, Kuku Aykan, mengatakan komentar Abbott benar-benar tidak membantu untuk mendorong persatuan dan kohesi sosial di Australia.

Adapun Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, lebih memilih bersikap hati-hati dalam menanggapi komentar pendahulunya tersebut. Ia mengatakan bahwa Australia memang harus tetap waspada terhadap ekstremisme. “Mayoritas pun terkejut dengan ekstremisme,” jelasnya kepada wartawan di Perth.

Sementara itu, Ketua Komisi HAM Australia, Gillian Triggs, mengungkapkan bahwa harus benar-benar hati-hati sebelum membungkus pernyataan mengenai Islam sebagai agama, atau warga muslim di Australia. “Kebanyakan warga muslim yang saya temui dalam tugas sungguh cinta damai dan orang dari keluarga baik-baik. Karena itu, kita perlu berusaha keras memahami mengapa sekelompok kecil ini menjadi begitu teradikalisasi,” ujarnya.

Tony Abbot sendiri didepak dari kursi perdana menteri Australia oleh Malcolm Turnbull lewat kudeta politik Partai Liberal Party, lalu. Sebelum berkarir di dunia politik, ia lebih dulu dikenal sebagai imam Katolik.

Loading...