Usai Dibuka Melemah Tipis 1 Poin, Rupiah Berbalik Menguat ke Level Rp 14.598/USD

Rupiah - geotimes.co.idRupiah - geotimes.co.id

dibuka melemah tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.604 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (22/11). Namun kemudian pada pukul 08.11 WIB berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 14.598/USD. Kemarin, Rabu (21/11), mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 14.602,5 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.575 hingga Rp 14.645 per dolar AS.

Padahal indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,13 persen menjadi 96,7119 lantaran para pelaku sedang mencerna sederet terbaru Amerika Serikat yang sebagian besar negatif.

Pada Rabu (22/11), Departemen Perdagangan AS melaporkan, pesanan baru AS untuk barang tahan lama yang diproduksi pada Oktober 2018 turun 4,4 persen menjadi 248,5 miliar dolar AS, menandai persentase penurunan terbesar dalam 15 bulan.

Kemudian Departemen Tenaga Kerja juga mengumumkan, klaim pengangguran mingguan AS naik ke tingkat tertinggi dalam lebih dari 4 bulan. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik 3.000 menjadi sebesar 224.000, disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 17 November 2018, level tertinggi sejak akhir Juni 2018.

Menurut survei bulanan Universitas Michigan pada Rabu (22/11), indeks sentimen mencapai 97,5 pada November 2018. Angka itu disebut-sebut lebih rendah dari prediksi pasar sebesar 98,3 dan lebih rendah dari perolehan Oktober 2018 sebesar 98,6.

Pada perdagangan hari ini rupiah diperkirakan akan kembali melemah apabila data pemesanan inti barang tahan lama atawa core durable goods Amerika Serikat (AS) periode Oktober positif. “Hari ini rupiah terkoreksi karena dollar AS bergerak solid. Penyebabnya, pelaku pasar masih mengkhawatirkan hubungan dagang AS dan China,” ujar Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Di samping itu, belum adanya kejelasan mengenai keputusan Brexit juga membuat dolar AS berpotensi untuk menguat terhadap sejumlah mata uang utama. “Setelah pidato pejabat Federal Reserve menyatakan dukung kenaikan suku bunga The Fed di Desember nanti, dollar AS bergerak solid,” tandas Faisyal.

Loading...