Usai Debat Pertama, ‘Pasukan’ Ahok dan AHY-Anies Mulai Seimbang

Debat pertama Calon DKI Jakarta yang diselenggarakan pada Jumat (13/1) lalu memang menarik perhatian banyak , tak terkecuali netizen atau pegiat . Dan, Twitter masih bisa digunakan sebagai proxy untuk mengetahui peta dan pola interaksi di sosial, khususnya di . Hasilnya, sesudah debat, kekuatan kubu pendukung ketiga calon mulai seimbang.

Menurut yang dilakukan Co-Founder Awesometrics, Ismail Fahmi, ketika hari H debat, ada lebih dari 47 ribu percakapan yang mengandung retweet. Saat itu, kekuatan ketiga ‘pasukan’ sangat tidak seimbang, dengan kekuatan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok luar biasa besar, seolah terstruktur dan terkoordinasi dengan baik.

“Sementara, pendukung Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Anies Baswedan tampak jauh lebih kecil, seperti belum siap bertempur,” ulasan Ismail dalam akun Facebook miliknya. “Bahkan, jika kedua pasukan ini digabung, belum bisa mengalahkan pasukan Ahok.”

Kemudian, pada hari pertama pasca-debat atau tanggal 14 Januari, konstelasi pasukan di media sosial berubah. Pasukan AHY dan Anies seolah melebur menjadi satu cluster, sehingga yang bertempur tampak hanya dua cluster saja. “Yang menarik, anggota ‘pasukan gabungan’ ini seolah meningkat berlipat dan kekuatannya hampir menyamai pasukan Ahok,” sambung Ismail.

“Pasca-debat ini, ada situs media yang tampaknya diminati oleh kedua cluster pasukan besar, yaitu Tirto.co.id yang tepat berada di tengah-tengah kedua pasukan,” tambahnya. “Artikel atau twit dari media ini sepertinya dinilai cukup adil dan independen sehingga menjadi rujukan mereka.”

Setelah itu, pada hari kedua pasca-debat (15 Januari), konstelasi pasukan berubah lagi, dengan kekuatan pasukan gabungan AHY dan Anies makin bertambah. Makin banyak akun-akun besar yang ikut terjun, dengan akun @awemany menempati posisi puncak retweet, disusul akun @SiBonekaKayu dan @maspiyungan. Sementara, dalam pasukan Ahok, akun @kurawa kembali memimpin, selain perhatian menarik tertuju pada akun @mohmahfudmd milik Mahmud MD.

“Dari sisi media, akun @detik banyak dijadikan referensi oleh kedua pasukan, dan posisinya berada di tengah-tengah,” lanjut Ismail. “Sementara, media-media lain seperti @republikaonline dan @kompascom lebih banyak ditarik ke salah satu cluster pasukan karena kecocokan angle yang mereka angkat.”

Loading...