Upah Pekerja AS Turun, Rupiah Lanjut Menguat di Awal Pekan

Rupiah Menguat - kompas.com

Rupiah mampu melanjutkan tren positif pada perdagangan awal pekan (12/3) ini setelah pertumbuhan upah pekerja dilaporkan mengecewakan. Menurut data Index, mata uang Garuda membuka hari ini dengan menguat 24 poin atau 0,17% ke level Rp13.773 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik 19 poin atau 0,14% di posisi Rp13.797 per AS pada akhir pekan (9/3) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa jumlah pekerjaan baru di Paman Sam sepanjang bulan Februari 2018 mencapai 313.000 pekerjaan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan survei Reuters yang memperkirakan hanya ada 200.000 tambahan pekerjaan baru. Meski demikian, upah pekerja turun menjadi 2,6% dari semula 2,8% di bulan sebelumnya, dan tingkat pengangguran stabil di level 4,1%.

Dengan kondisi tersebut, indeks dolar AS pun harus melemah 0,1% ke posisi 90,11, yang berdampak positif terhadap emas. Akan tetapi, secara keseluruhan, laporan tenaga kerja tetap mendorong Federal Reserve untuk menaikkan di tahun ini. “Pertumbuhan upah tidak signifikan, yang membuat pelaku mengambil posisi beli di akhir pekan,” tutur Chief Investment Officer Wolfpack Capital, Jeff Wright.

Meski demikian, pergerakan rupiah pada awal pekan ini diprediksi masih tertekan, lantaran Bank Indonesia memproyeksikan defisit neraca perdagangan di bulan Februari bisa mencapai 230 juta dolar AS. Defisit di sektor migas karena kenaikan harga minyak, serta impor untuk infrastruktur menjadi faktor utama penyebab defisit neraca dagang dalam negeri.

“Sebenarnya, kekhawatiran akibat kebijakan impor baja dan aluminium AS sudah mulai mereda, dan rencana pertemuan AS dengan Korea Utara untuk mendiskusikan denuklirisasi juga berpotensi mengangkat kurs mata uang domestik,” kata Analis Global Investama Berjangka, Nizar Hilmy, seperti dikutip Kontan. “Namun, rupiah hari ini masih akan tertekan dan bergerak di kisaran Rp13.800 sampai dengan Rp13.850 per dolar AS.”

Loading...