Upah Pekerja AS Naik, Rupiah Melorot di Awal Pekan

Rupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.334 per dolar ASRupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.334 per dolar AS - sebarr.com

JAKARTA – Laporan nonfarm terbaru yang beragam memberi keuntungan pada greenback, sekaligus membuat kembali melorot pada awal Senin (11/3) ini. Dipaparkan Bloomberg Index, Garuda dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.334 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup anjlok 171 poin atau 1,21% di posisi Rp14.314 per dolar pada akhir pekan (8/3) kemarin.

Dari pasar , indeks terpantau bergerak lebih tinggi pada perdagangan Senin pagi. Mata uang Paman Sam menguat 0,127 poin atau 0,13% ke level 97,433 pada pukul 08.23 WIB. Sebelumnya, greenback dibuka naik 0,088 poin atau 0,09% di posisi 97,394, setelah sebelumnya berakhir di posisi 97,306 pada perdagangan terakhir.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS mengumumkan bahwa negara tersebut hanya menambahkan 20 ribu pekerjaan baru selama bulan Februari 2019 kemarin, jauh di bawah proyeksi sebesar 180 ribu pekerjaan. Meski begitu, tingkat pengangguran di AS dilaporkan turun menjadi 3,8%, sedangkan upah pekerja meningkat lebih dari yang diantisipasi, mengimbangi garis negatif.

“Hasil nonfarm payroll AS, mulai rata-rata upah per jam hingga tingkat pengangguran AS akan sangat memengaruhi rupiah pada awal pekan nanti,” tutur Analis Asia Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar, dilansir Kontan. “Membaiknya tenaga kerja AS dapat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak satu kali lagi di tahun ini.”

Di luar itu, mata uang Garuda juga masih akan dipengaruhi beberapa sentimen eksternal lainnya. Misalnya, efek hasil data neraca perdagangan yang kurang memuaskan, yang membuat pemerintah setempat memangkas target pertumbuhan ekonomi mereka di tahun ini. Pada bulan kemarin, tingkat inflasi di dilaporkan lebih buruk dari yang diperkirakan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Loading...