Untuk Peliharaan dan Predator Tikus, Burung Hantu Dijual Mulai Rp150 Ribuan

Burung hantu identik dengan kesan aneh, horor, dan segala hal yang berbau tentang mitos atau mistis. Namun sekarang, burung berbadan bongsor dan cenderung diam ini mulai banyak dipelihara, khususnya untuk menjadi predator hama, seperti tikus-tikus di kebun dan sawah.

Para petani di wilayah Sumberagung, Moyudan, , misalnya. Mereka memanfaatkan predator burung hantu untuk membasmi tikus. “Cara pembasmian tikus dengan burung hantu di sini telah dilakukan sejak enam tahun lalu. Saat ini, burung hantu sudah seratusan ekor,” kata salah seorang petani bernama Saksono.

Ditambahkan Saksono, awalnya burung hantu berjenis Tyto Alba hanya disediakan enam ekor di wilayah tersebut. Kemudian, jumlahnya makin bertambah dari donasi dan juga bantuan lainnya. “Burung hantu tersebut tidak tinggal di kandang, melainkan di rumah-rumah burung hantu (rubaha) yang ada di sejumlah areal sawah,” sambungnya.

Kepala Desa Sumberagung, Duljiman, menambahkan bahwa kegiatan intensif pengendalian hama tikus menggunakan predator alami sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu usai petani merasakan 11 kali gagal akibat hama tikus. “Saat ini, dengan area 440 hektar, dibutuhkan setidaknya 220 buah rumah burung hantu,” jelasnya.

Penggunaan burung hantu Tyto Alba sebagai pembasmi tikus juga dilakukan oleh sawit di wilayah Riau. “Kalau malam hari, Tyto Alba berburu tikus yang memakan buah sawit . Setiap malam, satu burung bisa memangsa tiga ekor tikus,” kata Manajer Operasional PT Inti Indosawit Subur, Bedian Satria.

Selain digunakan untuk membasmi hama tikus, burung hantu juga bisa dimanfaatkan sebagai binatang peliharaan. Jenis burung hantu yang biasa dipelihara adalah jenis Greater Sooty Owl atau dengan sebutan burung hantu love. “Burung hantu ini memiliki bentuk tubuh yang unik seperti bentuk love, karena itu banyak yang suka,” kata Diki, salah satu penjual burung hantu love di Pasar Mede, .

Untuk harganya, burung hantu love dengan umur sekitar 5 bulan dibanderol di kisaran Rp350 ribuan per ekor. Sementara, jenis Barn Owl dijual dengan mulai Rp225.000 per ekor, dan burung hantu jenis Oriental Bay Owl berukuran sedang ditawarkan mulai Rp450 ribuan per ekor. Adapun burung hantu celepuk usia 3 bulan, dipasarkan di kisaran Rp150 ribuan per ekor.

Loading...