Umum Dimanfaatkan Untuk Furniture, Berapa Harga Kayu Jati per Pohon?

Harga, kayu, jati, per, pohon, meter, kubik, m3, perhutani, harfam, kualitas, tua, furniture, gelondongan, diameter, besar, umur, tahun,Ilustrasi: hutan jati (budayajawa.id)

berasal dari sebuah pohon yang umumnya di daerah hutan hujan tropis. Pohon ini biasanya memiliki ukuran yang besar dengan tinggi mencapai 30-40 meter. Hingga saat ini kayu jati yang berkualitas kerap digunakan untuk pekerjaan furniture, seperti jendela, pintu, lemari, maupun meja kursi.

Selama ini, kayu jati memang dikenal sebagai baku kayu berkualitas tinggi. Semakin tua usia pohon jati, maka kualitas kayunya pun semakin baik. Mebel kayu jati biasanya berwarna cokelat. Semakin tua umurnya, warna cokelatnya juga semakin menonjol. Namun, sekitar tiga tahun belakangan muncul tren mebel kayu berwarna putih. Banyak yang tidak tahu bahwa mebel tersebut juga menggunakan baku kayu jati.

Sesuai warnanya, jenis jati yang digunakan adalah adalah kayu jati putih. Varietas jati putih ini memang belum begitu populer di . Untuk mendapatkan jati putih juga tidak semudah jati biasa. Namun, peluang budidayanya dianggap cukup menjanjikan mengingat potensi mebel yang terus berkembang dan masih sedikit pebudidayanya.

Toni Saputra, pemilik CV Aditya Kencana Grup di Jawa Tengah, mengutarakan jati putih tersebut memang tergolong jarang dibudidayakan. “Kalau di sini hanya tiga sampai lima petani jati putih,” ucapnya dilansir oleh Kontan. CV Aditya menyediakan segala jenis bibit pohon kayu, seperti jati, sengon, jati putih, bakau, cemara laut, jabon, dan lainnya. Sudah 8 tahun ia menjadi petani jati putih dan pohon lainnya.

Sementara itu, perusahaan penanaman hutan, PT Harfarm Jaya Makmur menawarkan investasi hutan jati dengan keuntungan yang menggiurkan. Harfarm menjanjikan dalam 8 tahun, satu pohon jati bisa dijual dengan harga Rp 12 juta-15 juta. Menurut pihaknya, satu pohon jati yang ditanam perseroan bisa menghasilkan satu meter kubik (m3) kayu jati pada usia tahun ke-8.

Eka Sugiri, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kehutanan, mengatakan pada umumnya, satu meter kubik bisa dihasilkan minimal dari tiga pohon, atau 2,5 pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. “Nggak mungkin sampai 1 kubik satu pohon,” tuturnya kepada Detik Finance.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa harga kayu jati ditentukan berdasarkan kualitas pohon. Bahkan jika umurnya sudah ratusan tahun, harganya bisa mencapai puluhan juta per m3, dengan catatan kayu jati tersebut memiliki tekstur yang baik dan tidak kosong. “Ada yang Rp15 juta, ada yang Rp10 juta, ada yang Rp5 juta dan seterusnya per m3. Itu tergantung kualitasnya,” imbuhnya.

Namun, Dito Harwanto, Marketing Executive Harfarm, mengungkapkan jika bibit yang ditanam olehnya bukan bibit jati pada umumnya. Harfam mengimpor bibit jati dari Thailand yang disebut golden thick, atau jati emas. “Kita jati dari Thailand impor. Lebih bagus dari jati unggul nasional (JUN). Kalau Perhutani mungkin seperti itu, tapi kita beda,” kata Dito.

Ia mengatakan, selain itu, Harfarm pun melakukan pemupukan dengan pupuk kompos, pupuk kimia dan pupuk buatan Harfarm. Sehingga menurutnya, kualitas yang dihasilkan lebih baik dibanding kayu jati Perhutani. “Tingginya bisa 17-20 meter. Diameternya 30 centimeter, bahkan ada yang 40 centimeter,” tutupnya.

Loading...