Perajin Pigura Sun Jaya Pasarkan Produk Hingga Luar Daerah Lewat Sosmed

Perajin Pigura Sun Jaya - (YouTube: PasarKita)Perajin Pigura Sun Jaya - (YouTube: PasarKita)

Tingginya persaingan industri kayu di berbagai daerah mendorong para pelaku harus mampu memutar otak untuk meningkatkan penjualannya. Tak terkecuali, home industri kerajinan pigura Sun Jaya di Batu yang kini mengikuti tren baru dengan promosi lewat (medsos). Dengan kekuatan medsos, kerajinan pigura Sun Jaya di Kota Batu pun naik drastis, bahkan hingga luar daerah seperti di Jawa Tengah.

“Akibat pembatasan sosial skala besar (PSBB) di era pandemi, penjualan kerajinan pun berpengaruh sekali. Untuk itu, kami mencoba menyiasatinya dengan promo melalui medsos dan hasilnya pelanggan bertambah hingga Jawa Tengah,” ujar pemilik home industry Sun Jaya, Agus Sugiono.

Sebelumnya, penjualan hasil kerajinan Sun Jaya terbatas hanya di Malang Raya dan Surabaya. Selain persaingan antar pelaku usaha, adanya pandemi pun membuat home industry Sun Jaya harus tetap bertahan. Untuk itu, home industry Sun Jaya harus tetap memproduksi pigura walaupun dengan risiko omzet yang menurun. Bahkan, pihaknya harus mengurangi pegawai untuk tetap dapat bertahan.

“Adanya pandemi tentu berpengaruh pada penjualan. Dulu pegawainya sampai 20 orang, tetapi sekarang hanya 10 orang,” tambah Agus.

Kerajinan pigora Sun Jaya merupakan usaha kecil menengah di bidang kerajinan kayu yang telah berdiri sejak 1980 silam. Dipelopori oleh almarhum ayahnya, home industry ini memproduksi cobek dan alat dapur saja. Namun saat ini, kerajinan Sun Jaya yang berlokasi di Jl. Ir Soekarno 351 Mojorejo, Junrejo, Batu, mampu memproduksi bingkai lukisan dan foto atau pigura.

“Dulu kerajinan cobek dan alat dapur dengan bahan kayu lokal yang dibeli eceran. Kalau sekarang, kami belinya dari Perhutani,” ungkap Agus.

Soal pasokan bahan baku, Agus menegaskan hingga saat ini belum ada kendala apapun karena pihaknya menjalin kerja sama baik dengan Perhutani. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, dia pun mendatangkan bahan dari luar Kota Batu yakni kayu damar, sebagai alternatif kayu pinus. Sementara itu, untuk harga dari hasil produksi pigura, berbeda-beda tergantung ukuran dari pelanggan.

“Berbeda dengan alat dapur, kalau pigura harganya tidak bisa dipatok karena akan disesuaikan dengan ukuran pemesannya,” tutupnya.

Tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, industri cobek dan kerajinan berbahan dasar kayu juga banyak ditemukan di Kota Batu. Tak sedikit masyarakat khususnya wilayah Junrejo yang menjalankan usaha kerajinan dari kayu pinus dan damar yang kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah hingga luar kota. Bahkan, di wilayah tersebut diharapkan menjadi salah satu sentra kerajinan di Kota.

Loading...