Ukuran Lebih Kecil, Harga Blue Band Sachet Dibanderol Ekonomis

Blue Band kemasan sachet kecil (sumber: bukalapak)Blue Band kemasan sachet kecil (sumber: bukalapak)

Blue Band dikenal sebagai produsen margarin terkemuka di . Terdapat berbagai margarin Blue Band yang telah dipasarkan ke berbagai penjuru daerah, mulai dari Blue Band kemasan cup, kaleng, besar 200g, hingga kecil isi 17gr. Blue Band pun dibanderol cukup bersaing dengan merek-merek lainnya.

Adapun untuk Blue Band sachet kecil ekonomis isi 17 gram dipasarkan dengan harga relatif murah, hanya berkisar mulai Rp1.000 saja per sachet. Kemudian untuk Blue Band Margarine Serbaguna 200 gr harganya Rp7.000, dan Blue Margarine Cake and Cookies sachet 200gr dibanderol lebih mahal, yakni Rp8.900 di Indomaret.

Margarin Blue Band tak hanya digunakan untuk membuat kue, tetapi juga bisa dipakai untuk atau bahkan sebagai olesan roti supaya terasa lebih gurih. Dalam , margarin yang dilelehkan di penggorengan akan mengeluarkan aroma yang sedap dan khas. Aroma lezat tersebut rupanya berasal dari pembuatan margarin itu sendiri, yaitu minyak sayur, air, garam, dan juga emulsifier.

Seperti halnya pangan lainnya, margarin pun memiliki masa kedaluwarsa dan sebaiknya tak dipakai memasak jika sudah melewati masa pakainya. Menurut Chef Ucu Sawitri, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk mengenali margarin yang sudah tidak layak pakai.

“Margarin yang masih layak pakai biasanya memiliki warna yang sama dari saat kita membelinya. Warnanya tidak memudar atau menjadi putih,” ujar Chef Ucu yang juga menjabat sebagai Koordinator Membership Ikatan Praktisi Indonesia, seperti dilansir Kompas.

Di samping itu, margarin layak pakai juga tidak berjamur. Margarin bisa saja berjamur karena cara pemakaian yang sembarangan. “Kalau kena jamur jadi ada bintik-bintik berwarna kehitaman, biasanya karena cara pemakaiannya, pakai sendok yang sendoknya bekas terasi misalnya,” jelas Chef Ucu.

Margarin yang tidak layak pakai pun umumnya akan berbau tengik, walaupun hal semacam itu mungkin jarang ditemui. “Memang jarang sih yang bau tengik, tapi itu salah satu tandanya kalau margarin itu sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Loading...