Uji Selera Investor Asing, Tiga BUMN Indonesia Awali ‘Komodo Bonds’

Menteri BUMN, Rini Soemarno - nasional.kompas.comMenteri BUMN, Rini Soemarno - nasional.kompas.com

Tiga dikabarkan berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah untuk pertama kalinya, guna menguji selera untuk sektor di Indonesia. Menurut Menteri , Rini Soemarno, operator jalan tol , perusahaan konstruksi Wijaya Karya, dan PLN akan memulai debut apa yang disebut sebagai ‘Komodo Bonds’.

“Jasa Marga dan Wijaya Karya akan menerbitkan obligasi pada akhir tahun ini, dan diperkirakan peringkat kredit mereka akan diberikan pada pertengahan Oktober mendatang,” ujar Rini seperti dikutip dari Nikkei. “Targetnya mungkin bagi Jasa Marga untuk pergi lebih dulu. Penawarannya akan dilakukan di minggu pertama bulan November. Sementara itu, kesepakatan dengan PLN dijadwalkan awal 2018.”

Ia menambahkan bahwa Indonesia mengikuti jejak perusahaan China dan India yang telah berhasil menerbitkan obligasi mata uang lokal di luar negeri. Ketika melakukan road show non-deal beberapa waktu yang lalu, Rini mengklaim investor asing sangat tertarik. “Sebenarnya, banyak investor asing yang ingin membeli surat utang rupiah, tetapi mereka tidak mau melakukan transaksi di Indonesia,” sambung Rini.

“Komodo Bonds pada dasarnya adalah surat utang di luar negeri dalam bentuk rupiah. Hal tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Indonesia,” lanjut Rini. “Penerbitan surat utang sejenis pernah dilakukan oleh India dan China. Kebanyakan juga mengenai infrastruktur. Jadi, kami melihatnya kenapa tidak kita coba.”

BUMN Indonesia telah membiayai rencana pembangunan infrastruktur besar dari Presiden Joko Widodo, mengingat kendala dalam APBN dan kurangnya dana dari investor asing. Untuk mendiversifikasi sumber pendanaan mereka, Jasa Marga dan PLN telah menjual sekuritas yang didukung oleh pendapatan masa depan dari beberapa jalan tol dan pembangkit listrik mereka.

Obligasi pemerintah Indonesia memang telah rally dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh meningkatnya selera investor terhadap aset dengan imbal hasil tinggi. Namun, keuangan perusahaan-perusahaan BUMN menjadi topik perdebatan sengit setelah surat berisi kekhawatiran Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, atas kondisi keuangan PLN bocor ke publik.

Loading...