Kesepakatan dengan Israel, UEA Legitimasi Pencaplokan Wilayah Palestina?

Dinding pemisah wilayah Israel & Palestina (sumber: nytimes.com)

YERUSALEM – Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, telah membuat pendudukan atas wilayah Palestina perlahan menjadi kenyataan. Sekarang, dengan negara-negara Arab melakukan dengan , termasuk (UEA), itu seolah melegitimasi ancaman , Benjamin Netanyahu, untuk mencaplok tanah Palestina yang diduduki secara ilegal.

Dilansir dari TRT World, sejak resolusi 242 Dewan PBB diadopsi pada tahun 1967 setelah Enam Hari, ‘tanah untuk perdamaian (land for peace)’ telah menjadi kerangka kerja yang dominan untuk perdamaian di wilayah tersebut. Pendudukan Israel di Sinai Mesir, wilayah Palestina, dan Golan Suriah pasca-1967, dilihat terutama melalui inisiatif ‘tanah untuk perdamaian’.

Rumusnya sederhana, yakni Israel tidak menduduki tanah sebagai imbalan atas perjanjian perdamaian yang bisa diterapkan dan akan berlangsung lama. Namun, di bawah pemerintahan Trump, perdamaian di tampaknya telah berubah secara dramatis. Dalam pencalonan David Friedman, seorang Yahudi Ortodoks yang taat dan pendukung pemukiman ilegal Israel, Trump seolah menyampaikan pesan, pencalonan Friedman adalah pengakuan bahwa gagasan ‘tanah untuk perdamaian’, yang sudah memasuki masa senja, akhirnya berakhir.

“Pengumuman minggu lalu bahwa akan ada normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, dengan dukungan antusias dari pemerintahan Trump atas dasar ‘perdamaian untuk perdamaian’, bisa dibilang menandai lonceng kematian solidaritas Arab,” tulis TRT World. “Selama beberapa dekade, kekuatan dunia Arab telah menjadi front negosiasi bersama. Namun, saat ini, UEA memberi isyarat bahwa ada perlombaan ketika negara dapat menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik dengan Israel.”

Negara-negara Arab tampaknya semakin bersedia untuk mengeksplorasi sejumlah pilihan dalam hubungannya dengan Israel. Masalah Palestina bukan lagi prisma yang akan mereka gunakan untuk menjalin hubungan dengan Israel. Sebaliknya, gagasan ‘perdamaian untuk perdamaian’ adalah formula baru yang menghilangkan kebutuhan Israel untuk menyerahkan tanah, tetapi lebih memuaskan kepentingan langsung negara yang sedang dinegosiasikan.

Para pemimpin Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, & Israel

Para pemimpin Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, & Israel

Selama beberapa dekade, telah terjadi hubungan klandestin tidak hanya antara UEA dan Israel, tetapi juga Arab Saudi dan Bahrain, membuat beberapa orang berspekulasi bahwa mereka bisa menjadi domino berikutnya yang jatuh ke dalam kubu pro-Israel. Dengan klaim membangun hubungan ekonomi yang lebih dalam, asisten untuk kementerian informasi UEA, Omar Ghobas, berkata bahwa mereka melihat peluang untuk mengambil langkah berani, yang berpotensi untuk membentuk paradigma regional baru dan memperkenalkan cara baru berpikir, pragmatis, praktis, dan berorientasi pada solusi.

Ini berbeda dengan Camp David Accords, yang membuat Israel dan Mesir menjalin hubungan pada 1979, menjadi negara Arab pertama yang mengakui Israel, namun Kairo berhasil mendapatkan Sinai sebagai gantinya. Demikian pula, Yordania menetapkan perbatasan yang efektif dan antara lain, pengakuan atas peran unik mereka di Masjid Al Aqsa. Kedua kesepakatan itu memang tidak populer di kalangan orang Arab. Namun, para pemimpin Mesir dan Yordania tidak pergi dengan tangan kosong.

“Kesepakatan UEA, di sisi lain, menandai pergeseran. Palestina tidak dikonsultasikan atau diinformasikan oleh UEA tentang perjanjian yang akan datang dengan Israel. Pimpinan Palestina juga menolak pandangan UEA bahwa kesepakatan itu akan melindungi kepentingan mereka,” sambung TRT World. “Kementerian Ekonomi Israel telah mengatakan bahwa kesepakatan dengan UEA dapat dengan cepat menghasilkan ratusan juta AS antara kedua negara, membuka Israel terhadap petrodolar UEA.”

Raja Yordania, Abdullah, pernah menggambarkan pertempuran Israel-Palestina sebagai ‘konflik inti’ di wilayah tersebut dan jika itu diselesaikan, itu berarti membuka masalah lain. Namun, kesepakatan pekan lalu menunjukkan bahwa iklim internasional dan regional telah berubah. Selain itu, kesepakatan UEA memberi penghargaan atas pengakuan administrasi Trump atas aneksasi Israel atas Yerusalem Timur pada Desember 2017, serta aneksasi Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada 2019.

Ini menyusul pengumuman pada November 2019, ketika AS mengatakan tidak akan lagi menganggap pemukiman Israel yang dibangun di atas tanah Palestina sebagai ilegal berdasarkan hukum internasional. Kemudian, pada bulan Januari tahun ini, sebuah ‘rencana perdamaian’ diumumkan, yang sangat menguntungkan Israel dan secara efektif meninggalkan Palestina dengan negara bagian yang buruk dan memungkinkan Tel Aviv untuk mempertahankan semua pemukiman.

Loading...