Tutupi Kekejaman, China Bungkam Muslim Uyghur

Muslim Uyghur - www.seraamedia.orgMuslim Uyghur - www.seraamedia.org

BEIJING – telah diketahui melakukan banyak kekejaman terhadap warga suku Uyghur beragama , termasuk menahan mereka di kamp-kamp khusus. Sayangnya, bisa dibilang masih memandang sebelah mata kejadian ini. Selain karena banyak orang Uyghur yang diindoktrinasi untuk tidak mengkritik , juga kemampuan China dalam hal kontrol , , serta keamanan yang sangat besar.

Dilansir TRT World, China menggunakan jaringan kamp konsentrasi untuk menahan suku Uyghur beragama Islam kelas bawah dan menengah, serta memberikan hukuman penjara kepada mereka yang menempati strata atas. Ini termasuk orang yang berpengaruh dan berpendidikan tinggi, atau lebih tepatnya tipe orang yang dapat memimpin pemberontakan terhadap pemerintah.

“Penting juga dicatat di sini bahwa laporan yang kredibel, yang mengutip seorang pejabat kepolisian China, juga menyarankan pemerintah menggunakan penjara sebagai upaya untuk menyembunyikan orang yang ditahan di kamp konsentrasi dari komunitas internasional,” kata CJ Werleman, seorang jurnalis, penulis, dan analis tentang konflik dan terorisme. “Sayangnya, hanya ada sedikit kemarahan global.”

Werleman melanjutkan, hal ini disebabkan antara lain kontrol yang dimiliki Partai Komunis Tiongkok (PKT) atas semua bentuk media digital, cetak, dan sosial. Dalam sudut pandang China, kontrol berhasil menghalangi dan membuat dunia kehilangan citra mengerikan yang mungkin dapat membuat masyarakat internasional untuk melakukan aksi.

“Kedua, kemampuan China untuk memproyeksikan kekuatan ekonominya melalui soft-power telah membungkam dan melibatkan pemerintah asing yang berbisnis dengannya,” sambung Werleman. “Ketiga, China, melalui aparat keamanannya yang besar, mengancam para pengungsi Uyghur di luar negeri untuk diam dengan ancaman menahan anggota keluarga mereka yang berbicara.”

Banyak orang Uyghur yang akhirnya terlalu takut berbicara menentang kebijakan pemerintah China di dalam komunitas mereka, termasuk di luar negeri seperti Turki. Pasalnya, mereka takut informan pemerintah China akan melaporkan mereka, yang kemudian menargetkan keluarga mereka yang masih tinggal di Xinjiang.

“Tidak hanya banyak ekspatriat dan pengungsi Uyghur yang ‘terlalu takut’ untuk berbicara di depan umum tentang orang-orang yang ditahan dan hilang,” ujar Arapat Erkin, seorang pengungsi Uyghur di AS. “Banyak yang tidak berani menentang pemerintah karena mereka secara sosial dikondisikan oleh paparan indoktrinasi negara selama bertahun-tahun, tidak peduli seberapa jahat kejahatan itu, bahkan ketika itu bertentangan dengan komunitas mereka.”

Namun, bukti pelecehan biadab China terhadap Muslim Uyghur di negara tersebut kini tidak dapat disangkal lagi. Tidak hanya puluhan ribu kesaksian pribadi yang menyelaraskan dan menguatkan puluhan ribu kesaksian lainnya, tetapi juga citra satelit dan investigasi lapangan sudah mengonfirmasi klaim Uyghur.

“China telah berbohong kepada komunitas internasional ketika mengatakan ini bukan kamp konsentrasi, bukan penjara, dan bahwa mereka mengajarkan keterampilan dan terhadap umat Muslim,” kata seorang guru sekolah dan mantan tahanan Muslim Kazakh kepada CNN. “Itu tidak benar sama sekali karena aku melihatnya dengan mataku sendiri.”

Loading...