Tutup Transaksi November, Rupiah Melemah 0,21%

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (30/11) sore - katadata.co.id

JAKARTA – Rupiah harus tersungkur di teritori merah pada perdagangan Senin (30/11) sore ketika mayoritas mata uang Asia terpantau bergerak naik, didorong data aktivitas manufaktur China yang dilaporkan meningkat. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.120 per .

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.128 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari sebelumnya di level Rp14.145 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang Asia mampu mengungguli greenback, termasuk rupee India, yen Jepang, dan baht Thailand.

Menurut laporan CNBC Indonesia, data ekonomi terbaru dari China memberi dorongan penguatan mata uang Benua Kuning. Aktivitas manufaktur di Negeri Panda pada 2020 dilaporkan meningkat, ditandai dengan kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI). Skor PMI manufaktur China versi Biro Statistik Nasional (NBS) adalah 52,1, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,4, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak September 2017.

“Indeks produksi dan pesanan baru naik tipis. Namun, siklus permintaan-penawaran terus membaik,” tutur Ahli Statistik Senior di NBS, Zhao Qinghe, disalin dari CNN Indonesia. “Namun, pemulihan di industri manufaktur tetap tidak merata dan data resmi menunjukkan bahwa perusahaan kecil yang lebih dirugikan oleh wabah Covid-19. Perusahaan kecil terus tertinggal dari besar.”

China sendiri adalah perdana yang pulih dari pandemi Covid-19. Sebagai yang pertama merasakan pandemi, Negeri Tirai Bambu bergerak cepat untuk ‘mengurung’ virus sehingga tidak menyebar dengan kebijakan karantina wilayah (lockdown). Hanya sekali negara tersebut merasakan kontraksi ekonomi pada tahun ini, yaitu kuartal I 2020, ketika Domestik Bruto (PDB) tumbuh negatif 6,8%.

Dari global, dolar AS harus jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun pada hari Senin dan akan mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Juli, karena kombinasi dari optimisme dan prediksi lebih banyak pelonggaran moneter di AS mendorong investor keluar dari aset tersebut. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,800 poin atau 0,09% ke level 91,710 pada pukul 14.53 WIB.

Loading...