Tutup Tahun, Rupiah Berhasil Menebus Kerugian di Kuartal Ke-3 2014

Rupiah Turun Dolar NaikRupiah telah menutup catatan di tahun dengan menebus kerugian di kuartal ke-3 tahun ini. Setidaknya hal ini membuat Rupiah dapat menyelamatkan diri dari arus peningkatan ekonomi Serikat. Nilai tukar rupiah diketahui melemah, turun sebanyak 1,6% menjadi Rp 12.385 per Dolarnya sejak akhir bulan September 2014 lalu. Anjloknya rupiah ini melengkapi catatan panjang penurunan sebesar 2,7% pada kuartal ke-3 dan 4,2% pada kuartal ke-2 di tahun 2014. Posisi Rupiah yang naik sebesar 0,5% pada hari ini (31/12), rupanya tidak banyak mencegah Rupiah untuk mengulang sejarah kelamnya di tahun 1998 pada saat terjadinya krisis di Asia.

Penurunan komoditas secara signifikan membuat pasar ekspor Indonesia menjadi tidak sehat dan berkontribusi besar pada jalannya berjalan yang tersisa di kuartal terakhir tahun ini. Indeks mencatat setidaknya ada 10 Asia lainnya yang juga terkena efek kebijakan dari untuk menaikkan suku bunga dan juga peningkatan ekonomi Amerika serikat.

Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mengumumkan kembali harga baru bersubsidi pada hari ini setidaknya membuat Rupiah stabil dengan berkurangnya tekanan pada anggaran belanja negara. “Selain pelebaran defisit, Rupiah melemah karena adanya sentimen positif yang cenderung mengarah pada Dolar Amerika ┬ádikarenakan munculnya ekspektasi sebagai reaksi dari kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve,” kata David Sumual, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia di Jakarta.

Loading...