Tutup Dagang, Sentimen The Fed dan Data Ekonomi AS Gerus Rupiah 47 Poin

www.jokowinomics.com

Seperti diramal sebelumnya, sentimen yang akan melakukan pertemuan tengah pekan ini membuat AS bergairah sehingga menekan laju . Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup (25/7) dengan pelemahan sebesar 47 poin atau 0,36% ke level Rp13.142 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pagi hari dengan dibuka turun 66 poin atau 0,50% ke Rp13.161 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda masih tak berdaya dengan tergerus 38 poin atau 0,29% ke Rp13.133 pada akhir perdagangan sesi pertama. Jelang tutup dagang atau tepatnya pukul 15.45 WIB, rupiah kembali terdepresiasi 45 poin atau 0,34% ke level Rp13.141 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga diwartakan oleh . Pada pukul 15.56 WIB, kurs mata uang Garuda terpantau turun 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.121 per dolar AS.

Salah satu faktor yang membuat rupiah melempem pada awal pekan ini adalah penguatan dolar AS yang dipicu rapat The Fed tengah pekan nanti. “Meski peluang kenaikan dalam waktu dekat ini menurun, namun pelaku pasar melihat bahwa masih ada peluang bagi The Fed menaikkan di tahun ini,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

“Hal tersebut membuat akan dolar AS meningkat sehingga sentimen pelemahan bertahan di pasar ,” sambungnya. “Spekulasi pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan Bank of Japan juga menjadi pemicu naiknya dolar AS.”

Hampir senada, Analis FPG Securities di Tokyo, Koji Fukaya, mengungkapkan, ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan mendorong ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga di akhir tahun dan berimbas pada penguatan dolar AS. “Indikator ekonomi AS yang semakin kuat, penurunan kekhawatiran Brexit, dan laporan keuangan beberapa emiten yang baik mendorong laju dolar AS,” ungkapnya.

Loading...