Turunnya Harga Minyak Kembali Tekan Rupiah di Awal Dagang

diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Rabu (3/8) ini menyusul kembali turunnya harga mentah dunia. Meski begitu, optimisme terhadap penguatan mata uang Garuda tetap terjaga imbas angka dalam negeri yang masih terkendali.

Dilaporkan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 22 poin atau 0,17% di posisi Rp13.112 per . Kemudian, mata uang Garuda kembali 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.110 per pada pukul 08.35 WIB. Di sisi lain, indeks pada pagi ini dibuka menguat tipis 0,086 poin atau 0,09% di posisi 95,150.

“Pemicu koreksi mata uang Garuda adalah penurunan harga minyak yang sempat bergulir di bawah 40 AS per barel,” ujar Analis Treasury , Resti Afiadinie. “Namun, angka inflasi dalam negeri yang masih terkendali bisa menjadi pendorong rupiah untuk rebound.”

Harga minyak mentah West Texas Intermediate () untuk pengiriman September memang terpantau turun 1,4% ke level 39,51 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, atau terendah sejak 7 April. Sementara, minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober juga melemah ke 41,80 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Sementara itu, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, menambahkan bahwa sedikit berspekulasi pada dolar AS dalam menanggapi rilis data ekonomi AS yang beragam. Data ekonomi AS terbaru menunjukkan kenaikan data pendapatan yang lebih kecil dari proyeksi, yaitu 0,2% pada Juni. Namun, data pembelian konsumen naik lebih tinggi dari yang diantisipasi.

Meski begitu, Andri tetap optimistis rupiah mampu menguat pada perdagangan hari ini di kisaran Rp13.040 per dolar AS hingga Rp13.110 per dolar AS. Sementara, Resti memproyeksikan mata uang Garuda berpotensi rebound di rentang Rp13.070 hingga Rp13.120 per dolar AS.

Loading...