Turun 10% Sepanjang Tahun, Rupiah Capai Level Terendah Sejak 1998

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

JAKARTA – rupiah harus jatuh ke level terendah sejak 1998 silam atau 20 tahun pada hari Selasa (2/10) kemarin, dan terus menukik hingga hari (3/10) ini. Pelemahan yang dialami karena dolar AS terus mempertahankan tren imbas kesepakatan perjanjian perdagangan NAFTA antara AS dan Kanada, serta kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Seperti diberitakan Index, pada perdagangan kemarin, mata uang Garuda harus berakhir melemah 132 poin atau 0,89% menuju level Rp15.043 per dolar AS. Tren negatif berlanjut pada Rabu pagi pukul 10.02 WIB, dengan terdepresiasi 40 poin atau 0,27% ke posisi Rp15.083 per dolar AS. Sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah tergelincir hampir 10% terhadap .

Dalam menembus level Rp15.000, dilansir Nikkei, rupiah mencapai posisi yang terakhir terlihat dalam krisis keuangan Asia. Penurunan rupiah telah mendorong pemerintah dan bank sentral bergerak untuk menstabilkan mata uang, termasuk pengetatan kebijakan yang stabil serta upaya untuk membatasi impor. Penurunan selera aset risiko serta kekhawatiran atas tensi perdagangan telah membebani rupiah.

“Saya pikir ini lebih dari masalah sentimen, lebih ke ketidakpastian dan global,” kata kepala penelitian di Mirae Asset Sekuritas di Indonesia, Taye Shim. “Ini di luar kendali Indonesia untuk mengelola ketidakpastian semacam itu, dan yang bisa mereka lakukan hanyalah melawan -faktor ini secara internal.”

Sementara itu, OCBC dalam sebuah catatan menuturkan bahwa greenback dapat terus memegang kendali di Asia, dengan mentah yang masih melonjak. Bank yang berbasis di Singapura tersebut menunjukkan ‘moderating inflow momentum’ untuk won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan baht Thailand, sedangkan ‘outflow momentum’ masih berlangsung untuk rupee India, rupiah, dan peso Filipina.

Selain rupiah yang harus menukik 0,8% terhadap dolar AS, baht Thailand juga telah kehilangan sekitar 0,37% terhadap greenback. Won Korea Selatan diperdagangkan 0,5% lebih rendah, dolar Taiwan mengalami penurunan sebesar 0,16%, sedangkan peso Filipina terdepresiasi 0,18%. Di Asia Selatan, rupee Sri Lanka telah jatuh hampir 5% sepanjang September, setelah bank sentral setempat mempertahankan suku bunga mereka.

Loading...