Kudeta 2016, Turki Tangkap 532 Orang Terkait Fethullah Gulen

Ulama Fethullah Gulen - fgulen.comUlama Fethullah Gulen - fgulen.com

ANKARA – Jaksa telah mengeluarkan perintah penangkapan untuk 532 orang yang diduga memiliki hubungan dengan tersangka dalang kudeta tahun 2016, Fethullah Gulen, ulama yang saat ini tinggal di AS. Kritikus mengatakan tindakan keras semacam itu bertujuan untuk memadamkan perbedaan pendapat .

Seperti diwartakan Deutsche Welle, berita milik , Anadolu, melaporkan bahwa 459 orang dari total tersangka adalah personel yang masih aktif bertugas. Jaksa Istanbul memerintahkan penangkapan 258 tersangka, dengan personel yang bertugas termasuk empat kolonel, satu letnan kolonel, sembilan mayor, dan 24 kapten

Turki sendiri telah mengklasifikasikan gerakan FETO (Fethullahist Terrorist Organization) Gulen sebagai . mengklaim bahwa dia tidak hanya berada di belakang kudeta, tetapi telah mencoba selama beberapa dekade untuk menyusup ke institusi negara, termasuk tentara. Gulen, mantan sekutu Presiden Turki saat ini, Recep Tayyip Erdogan, membantah keterlibatannya, tetapi pihak berwenang terus menargetkan siapa pun yang diduga memiliki hubungan dengan ulama tersebut.

Sekitar 80.000 orang yang telah ditahan menunggu persidangan, sedangkan sekitar 150.000 pegawai negeri, personel militer, dan lainnya kehilangan pekerjaan secara permanen atau sementara setelah upaya kudeta, yang menewaskan lebih dari 250 orang. Penyelidikan dilakukan di 62 sebagai bagian dari tindakan keras berkelanjutan terhadap jaringan Gulen.

Sebelumnya, pada Februari 2021 lalu, Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, sempat menuding AS sebagai dalang di balik upaya penggulingan kekuasaan yang gagal pada tahun 2016. Menurut Soylu, AS telah mengatur upaya kudeta, sedangkan jaringan Gulen yang mengeksekusinya di lapangan. “Jelas sekali bahwa AS berada di balik (kudeta) 15 Juli. FETO-lah yang melaksanakannya atas perintah mereka,” tandas Soylu.

Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam percobaan kudeta di Turki. Negeri Paman Sam menandaskan bahwa klaim Turki tidak berdasar dan tidak konsisten dengan statusnya sebagai sekutu NATO dan mitra strategis Washington. “AS tidak terlibat dalam percobaan kudeta tahun 2016 di Turki dan mengutuknya. Pernyataan yang bertentangan baru-baru ini yang dibuat oleh pejabat senior Turki sepenuhnya salah,” tulis pernyataan tersebut.

Loading...