Tunggu Data Pekerjaan AS, Rupiah Turun Tipis di Akhir Pekan

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

Rupiah masih belum mampu bergerak ke zona hijau pada Jumat (5/10) sore, ketika kenaikan yang dialami AS sedikit menipis seiring penantian pasar akan rilis pekerjaan Paman Sam bulan September 2018. Menurut Index pukul 15.58 WIB, Garuda terpantau melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp15.183 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.182 per dolar AS, terdepresiasi 49 poin atau 0,32% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.133 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia variatif versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,31% dialami dolar Taiwan dan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% menghampiri renminbi China.

Dari pasar , kenaikan yang dialami dolar AS sedikit menipis pada hari akhir pekan, ketika menantikan data pekerjaan bulanan AS, di tengah penguatan tujuh tahun yang dialami imbal hasil Treasury AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,079 poin atau 0,08% menuju level 95,830 pada pukul 11.22 WIB, setelah kemarin sempat berakhir melemah tipis.

Seperti diberitakan Reuters, imbal hasil Treasury AS dengan tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sebesar 3,232%, sekaligus menandai lompatan harian terbesar sejak pemilihan AS tahun 2016. Imbal hasil Treasury melonjak setelah rilis data payroll swasta menunjukkan hasil yang lebih kuat dari prediksi.

Saat ini, pasar sedang menantikan rilis data pekerjaan AS bulan September 2018 yang akan diumumkan hari ini waktu setempat, yang akan memberikan indikasi baru upah dan kekuatan pasar tenaga kerja. Data payroll swasta terbaru dianggap akan meningkatkan peluang bahwa data pekerjaan AS ini juga akan lebih kuat dari yang diperkirakan.

“Katalis yang jelas untuk langkah besar yang dilakukan dolar AS adalah peningkatan imbal hasil Treasury AS,” papar ahli strategi mata uang dan ekuitas di Bank of America Merrill Lynch di Tokyo, Shusuke Yamada. “Dolar AS terhadap yen mungkin akan menyentuh level 115 jika data pekerjaan Paman Sam ternyata kuat, terutama dalam hal pertumbuhan upah.”

Loading...